Penyiraman dan pemupukan berkala sangat menentukan produktivitas buah pare. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 1 atau 2 kali sehari pada pagi dan sore hari untuk menjaga kelembapan media tanam. Saat musim hujan, penyiraman disesuaikan agar kondisi akar tidak terlalu basah yang dapat memicu pembusukan. Pemberian pupuk susulan berunsur hara lengkap dapat dilakukan setiap 10 sampai 14 hari sekali, dimulai sejak tanaman berumur 2 minggu setelah tanam hingga memasuki masa panen pertama pada umur 50 sampai 60 hari.
Pembuatan para-para dan pemangkasan merupakan tahap krusial dalam merambatnya sulur pare. Tancapkan ajir bambu setinggi 1,5 hingga 2 meter saat tanaman berumur 10 sampai 14 hari agar sulur dapat memanjat dengan rapi. Pemangkasan tunas air atau cabang bawah perlu dilakukan hingga ketinggian 50 cm dari permukaan tanah. Pemangkasan ini berguna memperlancar sirkulasi udara di sekitar pangkal batang, mengurangi risiko penyakit jamur, dan mengarahkan nutrisi ke cabang atas yang lebih produktif menghasilkan bunga.
Pengendalian hama lalat buah dan penyerbukan optimal akan menentukan kualitas hasil panen. Lalat buah sering bertelur pada buah muda, menyebabkan pare membusuk dan gugur sebelum dewasa. Pembungkusan buah menggunakan kertas semen atau plastik berlubang saat buah berukuran sebesar ibu jari sangat efektif mencegah serangan ini. Selain itu, jika populasi serangga penyerbuk di sekitar kebun sedikit, penyerbukan buatan secara manual dapat dilakukan pada pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00 untuk memastikan pembentukan buah berhasil.






