Siram tanaman secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore) saat musim kemarau, dan kurangi menjadi 1 kali sehari saat musim hujan. Hindari genangan air karena dapat menyebabkan busuk akar. Beri ajir atau lanjaran setinggi 2 meter untuk rambatan. Pangkas cabang yang tidak produktif dan daun yang terlalu rimbun agar sirkulasi udara baik. Pupuk susulan diberikan setiap 2 minggu dengan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 5 gram per tanaman, dilarutkan dalam air.
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara preventif. Hama umum adalah kutu daun, ulat, dan lalat buah. Semprot dengan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau serai 2 kali seminggu. Penyakit seperti embun tepung dan antraknosa dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lahan dan penyemprotan fungisida berbahan aktif tembaga sesuai dosis anjuran. Jika ada tanaman terserang parah, segera cabut dan bakar.
Panen pare dimulai saat buah berusia 50-60 hari setelah tanam, cirinya buah berwarna hijau segar dan masih keras. Petik setiap 2-3 hari sekali dengan pisau tajam agar tidak merusak batang. Produktivitas bisa mencapai 2-3 kg per tanaman per siklus. Setelah panen, beri pupuk kandang lagi untuk memulihkan tanaman. Dengan perawatan rutin, pare bisa berbuah hingga 4-5 bulan.