Pare, Daun Pare Keriting: Penyebab & Solusi Diagnosis Diferensial
Tamanna Rumee / Pexels

Daun Pare Keriting: Penyebab & Solusi Diagnosis Diferensial

Daun pare keriting pada musim kemarau umumnya disebabkan oleh serangan hama vektor virus seperti thrips dan kutu kebum, atau akibat stres kekurangan air.

Jawaban singkat

Masalah daun pare keriting paling sering dijumpai saat musim kemarau antara bulan April hingga Oktober di berbagai daerah di Indonesia. Pada periode kering ini, suhu udara yang tinggi dan kelembapan rendah mendorong lonjakan populasi hama pengisap cairan daun seperti thrips, kutu daun, dan kutu kebum yang menjadi vektor utama penyakit virus keriting.

Ringkas: Pare

Cahaya
Penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (jaga kelembapan tanah, jangan sampai tergenang)
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat responsif terhadap pemupukan organik dan membutuhkan sistem rambatan yang kuat.

Untuk mencegah dan mengatasi masalah ini, pemberian air yang cukup sangat krusial dengan frekuensi 2 kali sehari, yaitu pada pukul 06.00 pagi dan 16.00 sore. Setiap lubang tanam membutuhkan sekitar 1 sampai 2 liter air per penyiraman, dikombinasikan dengan penggunaan mulsa plastik hitam perak untuk menjaga kelembapan tanah di kisaran 60 hingga 70 persen serta memantulkan sinar matahari guna mengusir hama.

Pemasangan perangkap kuning berpelekat sebanyak 10 hingga 15 lembar per 100 meter persegi lahan terbukti efektif menekan populasi hama terbang sebelum mereka menularkan virus. Lakukan pengamatan rutin setiap 2 hari sekali pada permukaan bawah daun muda untuk mendeteksi keberadaan hama secara dini.

Sanitasi gulma di sekitar area pertanaman dengan radius minimal 2 meter dari pangkal batang harus dilakukan setiap 7 hari sekali. Pemangkasan cabang air dan daun tua yang ternaungi juga wajib dikerjakan untuk merangsang sirkulasi udara yang baik dan menjaga ketahanan tanaman pare selama musim kemarau.

Penyebab & Cara Mengatasi

Infeksi Virus Begomovirus / Gemini Virus

Ciri: Daun menguning dengan bercak mosaik, tulang daun menebal, daun melengkung ke atas, dan pertumbuhan tanaman menjadi sangat kerdil.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi parah agar tidak menular. Semprotkan Insektisida nabati untuk mengendalikan kutu kebum sebagai pembawa virus.

Serangan Hama Thrips dan Kutu Daun (Aphis)

Ciri: Pucuk daun menggulung ke bawah atau melipat, permukaan bawah daun berwarna keperakan atau cokelat keemasan, dan daun terasa kaku.

Solusi: Semprot permukaan bawah daun dengan semprotan air bertekanan sedang atau aplikasikan racun kontak hayati/nabati secara berkala.

Stres Kekurangan Air dan Panas Ekstrem

Ciri: Daun menggulung ke dalam pada siang hari namun kembali segar di malam hari, warna daun tetap hijau tanpa bercak kuning.

Solusi: Tingkatkan frekuensi penyiraman menjadi 2 kali sehari dan tambahkan lapisan mulsa organik atau mulsa plastik di sekitar perakaran.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi lahan dengan membersihkan gulma dan tanaman inang lain di sekitar bedengan pare.
  2. Pasang perangkap kuning berpelekat sebanyak 10-15 buah per 100 meter persegi untuk menangkap hama dewasa.
  3. Pangkas dan bakar bagian pucuk atau daun pare yang menunjukkan gejala keriting parah agar tidak meluas.
  4. Semprotkan pestisida nabati dari ekstrak daun mimba atau minyak nabati pada sore hari secara merata di bawah daun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun pare yang sudah keriting akibat virus bisa sembuh kembali?

Daun yang sudah terinfeksi virus Gemini tidak dapat pulih menjadi normal. Fokus penanganan adalah menyelamatkan daun muda baru dan mencegah penularan ke tanaman sehat.

Mengapa penyakit daun keriting pare sangat cepat menyebar di musim kemarau?

Suhu panas dan udara kering mempercepat siklus reproduksi hama vektor seperti thrips dan kutu kebum, sehingga populasi penular virus melonjak tajam.

Apakah mulsa plastik efektif mencegah daun pare keriting?

Sangat efektif. Sisi perak mulsa memantulkan sinar UV yang membiaskan penglihatan hama pengisap sehingga enggan hinggap di tanaman.

Kapan waktu terbaik menyemprotkan pestisida nabati untuk hama thrips?

Waktu terbaik adalah pada sore hari sekitar pukul 15.30 hingga 17.00 WIB ketika hama mulai aktif keluar dan sinar matahari tidak terlalu terik.

Apakah boleh memotong pucuk utama pare yang terserang keriting?

Boleh, jika serangan masih di tingkat awal. Pemotongan pucuk dapat merangsang tumbuhnya tunas samping baru yang sehat selama vektornya telah dikendalikan.

Lebih lanjut tentang Pare

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.