Penyakit utama yang sering memicu kegagalan panen pare saat musim hujan meliputi embun buluk, antraknosa, serta layu bakteri yang mampu merusak hingga 80 persen populasi tanaman jika tidak ditandai sejak dini. Percikan air hujan menjadi media utama penyebaran spora dan bakteri dari tanah atau daun tua yang terinfeksi ke daun muda yang sehat dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Pencegahan serangan penyakit dilakukan secara terpadu melalui pembuatan bedengan setinggi 40 hingga 50 cm, pengaturan jarak tanam ideal 60 cm x 80 cm, serta pemberian 10 kg pupuk kompos per meter persegi media tanam yang telah diperkaya agens hayati sebelum penanaman. Drainase yang memadai sangat penting agar air hujan tidak menggenangi perakaran pare lebih dari 2 jam.
Tindakan penanganan kuratif memerlukan pemangkasan daun bagian bawah setinggi 30 cm dari permukaan tanah serta penyiangan gulma secara berkala setiap 7 hari sekali untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman. Apabila tingkat kerusakan daun melebihi batas ambang kendali, pengaplikasian bahan pengendali hayati atau sintetis disesuaikan dengan petunjuk resmi pada kemasan dan rekomendasi petugas pertanian setempat.






