Pare, Penyakit Pare di Musim Hujan: Gejala, Diagnosis Diferensial, dan Cara Mengobatinya
Tamanna Rumee / Pexels

Penyakit Pare di Musim Hujan: Gejala, Diagnosis Diferensial, dan Cara Mengobatinya

Penyakit pare akibat jamur dan bakteri sering melonjak saat musim hujan, tetapi dapat diatasi melalui diagnosis gejala secara akurat dan sanitasi kebun yang disiplin.

Jawaban singkat

Musim hujan di Indonesia yang berlangsung antara November hingga Maret membawa curah hujan tinggi di atas 200 mm per bulan, menciptakan kelembapan udara melebihi 85 persen yang sangat disukai oleh patogen tanaman pare. Kondisi basah yang berlangsung terus-menerus memicu perkembangan jamur dan bakteri parasit pada famili Cucurbitaceae, sehingga petani perlu melakukan pemantauan rutin pada area pertanaman.

Ringkas: Pare

Cahaya
Penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (jaga kelembapan tanah, jangan sampai tergenang)
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat responsif terhadap pemupukan organik dan membutuhkan sistem rambatan yang kuat.

Penyakit utama yang sering memicu kegagalan panen pare saat musim hujan meliputi embun buluk, antraknosa, serta layu bakteri yang mampu merusak hingga 80 persen populasi tanaman jika tidak ditandai sejak dini. Percikan air hujan menjadi media utama penyebaran spora dan bakteri dari tanah atau daun tua yang terinfeksi ke daun muda yang sehat dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Pencegahan serangan penyakit dilakukan secara terpadu melalui pembuatan bedengan setinggi 40 hingga 50 cm, pengaturan jarak tanam ideal 60 cm x 80 cm, serta pemberian 10 kg pupuk kompos per meter persegi media tanam yang telah diperkaya agens hayati sebelum penanaman. Drainase yang memadai sangat penting agar air hujan tidak menggenangi perakaran pare lebih dari 2 jam.

Tindakan penanganan kuratif memerlukan pemangkasan daun bagian bawah setinggi 30 cm dari permukaan tanah serta penyiangan gulma secara berkala setiap 7 hari sekali untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman. Apabila tingkat kerusakan daun melebihi batas ambang kendali, pengaplikasian bahan pengendali hayati atau sintetis disesuaikan dengan petunjuk resmi pada kemasan dan rekomendasi petugas pertanian setempat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Embun Buluk (Downy Mildew)

Ciri: Bercak kuning bersudut yang dibatasi urat daun pada permukaan atas, disertai kapang keabu-abuan atau keunguan di bawah daun pada pagi hari yang lembap.

Solusi: Pangkas daun yang terinfeksi parah, perbaiki sirkulasi udara tajuk, dan semprotkan fungisida kontak atau sistemik sesuai petunjuk label.

Antraknosa

Ciri: Bercak cokelat kehitaman melingkar cekung bersudut basah pada daun dan buah, menyebabkan buah pare membusuk dan berlubang.

Solusi: Buang dan bakar buah atau daun yang bergejala, lalu semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga atau biofungisida sesuai dosis label.

Layu Bakteri

Ciri: Tanaman layu mendadak saat siang hari yang terik tetapi tampak segar kembali di pagi hari, serta mengeluarkan lendir putih jika batang dipotong dan dicelupkan ke air.

Solusi: Cabut tanaman yang terinfeksi hingga ke akar, taburkan kapur pertanian pada lubang bekas tanam, dan perbaiki sistem saluran air.

Layu Fusarium

Ciri: Daun bagian bawah menguning secara bertahap dari bawah ke atas, batang meliuk, dan pembuluh kayu berwarna cokelat kehitaman saat dibelah vertikal.

Solusi: Aplikasi mikroba antagonis seperti Trichoderma pada media tanam serta lakukan rotasi tanaman dengan famili non-mentimun.

Langkah-langkah

  1. Lakukan inspeksi harian pada permukaan bawah daun dan pangkal batang pare setiap pagi untuk mendeteksi gejala awal infeksi.
  2. Pangkas daun-daun tua dan daun terinfeksi sejauh 30 hingga 40 cm dari permukaan tanah menggunakan gunting pangkas yang steril.
  3. Bersihkan saluran drainase di antara bedengan agar air hujan mengalir lancar tanpa meninggalkan genangan air di sekitar akar.
  4. Aplikasikan produk pengendali penyakit tanaman baik hayati maupun kimiawi dengan menyemprot rata ke seluruh permukaan daun sesuai petunjuk label.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama daun pare menguning dan kering saat musim hujan?

Penyebab utamanya adalah serangan jamur penyebab embun buluk atau antraknosa yang berkembang pesat akibat kelembapan tinggi dan percikan air hujan.

Bagaimana cara membedakan layu bakteri dan layu fusarium secara cepat?

Potong batang pare yang layu lalu masukkan ke gelas berisi air bening. Jika keluar lendir putih seperti benang halus, itu layu bakteri. Jika tidak ada lendir namun bagian dalam batang berwarna cokelat, itu layu fusarium.

Apakah buah pare yang terkena penyakit antraknosa aman dikonsumsi?

Buah yang terinfeksi sebaiknya tidak dikonsumsi karena kualitas daging buah menurun, beraroma busuk, dan dapat menyebarkan spora jamur ke tanaman lain.

Berapa jarak tanam pare yang disarankan saat musim hujan?

Jarak tanam yang disarankan adalah 60 cm x 80 cm atau 70 cm x 100 cm agar aliran udara lancar dan kelembapan di sekitar tanaman cepat menurun.

Apakah aplikasi Trichoderma efektif mencegah penyakit layu pada pare?

Sangat efektif jika diaplikasikan sejak awal pembutan media tanam sebagai upaya pencegahan persaingan patogen tular tanah.

Lebih lanjut tentang Pare

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.