Untuk membedakan jenis layu pada pare, perhatikan pola layu dan kondisi fisik daun. Layu akibat stres kekeringan biasanya ditandai dengan daun melemah pada jam 11.00 hingga 14.00, namun akan segar kembali pada sore atau pagi hari. Sebaliknya, layu akibat serangan bakteri Ralstonia akan membuat seluruh daun layu permanen dalam waktu 24 hingga 48 jam meskipun kondisi tanah masih cukup lembap.
Lakukan pemeriksaan fisik sederhana pada bagian batang bawah tanaman pare yang terindikasi layu. Potong melintang pangkal batang sepanjang 5 cm dari permukaan tanah, lalu celupkan ke dalam gelas berisi air bersih selama 5 menit. Jika keluar benang halus berwarna putih seperti asap keruh, tanaman dipastikan terserang layu bakteri. Apabila tidak ada lendir namun jaringan pembuluh di dalam batang berwarna cokelat kehitaman, penyebab utamanya adalah cendawan Fusarium.
Pencegahan dan pemulihan masalah pare layu harus dimulai dari perbaikan kualitas media tanam. Aplikasikan kompos matang sebanyak 3 hingga 5 kg per lubang tanam dan sesuaikan pH tanah pada kisaran 6.0 hingga 6.8 menggunakan 100 hingga 200 gram kapur pertanian per lubang. Penambahan mikroorganisme hayati secara berkala setiap 14 hari sangat disarankan untuk menekan populasi patogen tular tanah selama musim kemarau.






