Pada musim hujan dengan kelembapan udara di atas 80 persen, lalat buah menjadi ancaman terbesar bagi petani pare. Lalat betina menyuntikkan telur ke dalam jaringan buah muda berukuran 3 hingga 5 sentimeter, lalu larva merusak daging buah dari dalam hingga membusuk dan gugur dalam waktu 5 hingga 7 hari.
Saat musim kemarau, serangan hama penghisap cairan seperti thrips dan kutu daun meningkat pesat karena suhu udara yang hangat mempercepat siklus hidup hama menjadi 7 sampai 10 hari. Serangan ini menyebabkan daun pare melengkung, menguning, dan pertumbuhan sulur terhenti, sehingga pembentukan bunga betina berkurang drastis.
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sangat krusial, meliputi sanitasi kebun dua kali seminggu, rotasi tanaman non-kukurbitaceae setiap 3 sampai 4 bulan, serta pemasangan perangkap kuning sebanyak 15 hingga 20 buah per 100 meter persegi lahan.






