Pare Busuk Akar: Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk akar pada pare sering terjadi di musim hujan akibat jamur atau bakteri tanah; berikut diagnosis dan solusinya.

Jawaban singkat

Busuk akar pare (Momordica charantia) umum menyerang saat musim hujan di Indonesia (November–Maret) karena kelembaban tanah tinggi dan drainase buruk. Gejala awal: daun layu di siang hari meski tanah basah, lalu menguning dan rontok. Akar tampak coklat kehitaman, lembek, dan berbau. Tanaman muda (0–30 HST) paling rentan. Diagnosis tepat diperlukan karena penyebab bisa jamur, bakteri, atau cekaman lingkungan.

Ringkas: Pare

Cahaya
Penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (jaga kelembapan tanah, jangan sampai tergenang)
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat responsif terhadap pemupukan organik dan membutuhkan sistem rambatan yang kuat.

Penyebab jamur (Fusarium, Phytophthora, Rhizoctonia) ditandai akar busuk kering dengan miselium putih/merah muda pada pangkal batang. Biasanya menyerang bertahap. Penyebab bakteri (Erwinia, Ralstonia) menyebabkan busuk basah, akar berlendir, dan bau busuk menyengat; layu terjadi cepat. Cekaman lingkungan: genangan air >24 jam menyebabkan akar mati lemas (anas aerob) tanpa patogen, ditandai akar coklat muda, tidak berlendir, dan tidak berbau.

Pencegahan utama: buat bedengan tinggi (30–40 cm) dan saluran drainase keliling. Tanam di awal musim kemarau (April–Mei) atau gunakan mulsa plastik hitam perak untuk menekan kelembaban. Rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau padi minimal 2 musim. Gunakan kompos matang (10–15 ton/ha) + Trichoderma sp. (5 kg/ha) saat olah tanah untuk menekan patogen tanah. Hindari irigasi berlebihan; siram 2–3 hari sekali jika tidak hujan.

Jika sudah terserang: cabut dan musnahkan tanaman sakit (jangan kompos). Semprot pangkal batang dengan fungisida berbahan aktif mankozeb atau metalaksil sesuai label (konsultasi BPP). Untuk bakteri, semprot dengan bakterisida berbahan tembaga atau streptomisin. Perbaiki drainase dengan membuat parit sedalam 50 cm. Tanam ulang di lokasi berbeda atau beri jeda tanam 3–4 minggu. Aplikasi pupuk kandang matang (20 ton/ha) + biofungisida Trichoderma dapat mempercepat pemulihan tanah.

Penyebab & Cara Mengatasi

Jamur Fusarium/Phytophthora/Rhizoctonia

Ciri: Akar busuk kering, miselium putih/merah muda di pangkal batang, layu bertahap.

Solusi: Tinggikan bedengan, perbaiki drainase, aplikasi Trichoderma 5 kg/ha saat olah tanah.

Bakteri Erwinia/Ralstonia

Ciri: Akar busuk basah, berlendir, bau busuk, layu mendadak.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman sakit, semprot bakterisida tembaga, rotasi tanaman.

Cekaman genangan (anas aerob)

Ciri: Akar coklat muda, tidak berlendir, tidak berbau, layu setelah hujan lebat.

Solusi: Buat drainase parit sedalam 50 cm, kurangi irigasi, gemburkan tanah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pare bisa sembuh setelah busuk akar?

Tanaman yang sudah menunjukkan gejala parah sulit sembuh. Lebih baik dicabut untuk mencegah penularan.

Berapa lama jeda tanam setelah busuk akar?

Minimal 3–4 minggu, sambil diaplikasi Trichoderma dan pupuk kandang untuk memulihkan tanah.

Apakah busuk akar menular ke tanaman lain?

Ya, terutama melalui air irigasi dan tanah. Pisahkan tanaman sehat dengan saluran drainase.

Bisakah menggunakan kapur pertanian untuk mengatasi?

Kapur (dolomit) dapat menaikkan pH dan mengurangi jamur, tapi tidak efektif untuk bakteri. Aplikasi 1–2 ton/ha 2 minggu sebelum tanam.

Apakah Trichoderma aman untuk tanaman?

Ya, Trichoderma adalah jamur antagonis yang aman dan dianjurkan untuk pengendalian hayati.

Kapan waktu tanam pare yang aman?

Awal musim kemarau (April–Mei) atau akhir musim hujan (September) untuk mengurangi risiko busuk akar.

Lebih lanjut tentang Pare

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.