Penyebab jamur (Fusarium, Phytophthora, Rhizoctonia) ditandai akar busuk kering dengan miselium putih/merah muda pada pangkal batang. Biasanya menyerang bertahap. Penyebab bakteri (Erwinia, Ralstonia) menyebabkan busuk basah, akar berlendir, dan bau busuk menyengat; layu terjadi cepat. Cekaman lingkungan: genangan air >24 jam menyebabkan akar mati lemas (anas aerob) tanpa patogen, ditandai akar coklat muda, tidak berlendir, dan tidak berbau.
Pencegahan utama: buat bedengan tinggi (30–40 cm) dan saluran drainase keliling. Tanam di awal musim kemarau (April–Mei) atau gunakan mulsa plastik hitam perak untuk menekan kelembaban. Rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau padi minimal 2 musim. Gunakan kompos matang (10–15 ton/ha) + Trichoderma sp. (5 kg/ha) saat olah tanah untuk menekan patogen tanah. Hindari irigasi berlebihan; siram 2–3 hari sekali jika tidak hujan.
Jika sudah terserang: cabut dan musnahkan tanaman sakit (jangan kompos). Semprot pangkal batang dengan fungisida berbahan aktif mankozeb atau metalaksil sesuai label (konsultasi BPP). Untuk bakteri, semprot dengan bakterisida berbahan tembaga atau streptomisin. Perbaiki drainase dengan membuat parit sedalam 50 cm. Tanam ulang di lokasi berbeda atau beri jeda tanam 3–4 minggu. Aplikasi pupuk kandang matang (20 ton/ha) + biofungisida Trichoderma dapat mempercepat pemulihan tanah.