Membedakan layu fisiologis dan infeksi patogen sangat krusial sebelum melakukan tindakan perbaikan. Layu fisiologis akibat kurang air ditandai dengan daun yang kembali segar setelah penyiraman 500 ml hingga 1 liter per tanaman di sore hari, sedangkan layu akibat patogen seperti Ralstonia solanacearum atau Fusarium tetap membuat tanaman terkulai bahkan saat kondisi tanah basah.
Pengelolaan penyiraman di musim kemarau harus teratur dengan frekuensi 2 kali sehari, yaitu pada jam 06.00 pagi dan jam 16.00 sore. Penggunaan mulsa jerami atau plastik hitam perak setebal 0,03 mm sangat efektif menekan penguapan air tanah dan menjaga suhu perakaran tetap stabil di bawah 28 derajat Celsius.
Jika layu disebabkan oleh patogen tanah atau serangan hama nematoda akar, penggiliran tanaman dengan famili non-Solanaceae selama 2 hingga 3 musim tanam sangat direkomendasikan. Sanitasi lahan secara ketat dengan mencabut dan membakar tanaman yang terinfeksi berat akan mencegah penularan ke area yang lebih luas dalam kurun waktu singkat.





