Penyebab paling umum daun menguning adalah ketidakseimbangan nutrisi, terutama unsur Nitrogen dan Magnesium. Kekurangan Nitrogen ditandai dengan daun tua bagian bawah yang memucat dan menguning secara merata, kemudian meluas ke atas jika tidak ditangani. Sementara itu, kekurangan Magnesium memicu klorosis antar-tulang daun pada daun bagian tengah, di mana area di antara tulang daun berwarna kuning segar namun urat daunnya tetap berwarna hijau tua.
Selain faktor hara, serangan hama pengisap seperti tungau (Tetranychus sp.) dan kutu kebul meningkat drastis saat kelembapan udara turun di bawah 50 persen di musim kemarau. Hama ini merusak jaringan sel daun dan menyedot cairan tanaman, sehingga muncul bercak kuning kusam serta tepi daun melengkung ke bawah. Tanaman yang terserang parah akan kehilangan kemampuan fotosintesis hingga 60 persen dalam waktu dua minggu.
Pengelolaan air dan media tanam yang tepat menjadi kunci utama pencegahan masalah ini. Berikan air sebanyak 1 hingga 1,5 liter per tanaman setiap hari yang dibagi menjadi dua sesi penyiraman, yaitu pada pukul 07.00 pagi dan 16.00 sore. Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik agar akar tidak membusuk, serta jaga kelembapan tanah konstan pada tingkat 60 hingga 70 persen.






