Memasuki fase vegetatif pada umur 1 hingga 4 minggu setelah tanam (MST), fokus pemupukan bertujuan memperkuat akar dan membentuk percabangan yang kokoh. Berikan pupuk susulan berkadar nitrogen dan fosfor seimbang melalui metode kocor setiap 7 hari sekali dengan volume 200 ml larutan per tanaman. Pada musim hujan, frekuensi pengocoran dapat disesuaikan agar media tanam tidak terlalu basah yang berpotensi memicu pembusukan akar.
Pada fase generatif dan pembungaan yang berlangsung antara 5 hingga 8 MST, kebutuhan kalium dan kalsium meningkat pesat untuk memicu pembentukan bunga serta mencegah kerontokan. Aplikasi pupuk kocor dengan kandungan kalium tinggi dan kalsium terlarut dilakukan setiap 7 hingga 10 hari sekali dengan dosis larutan 250 ml per tanaman. Defisiensi kalsium pada fase ini sangat kritis karena dapat memicu timbulnya gejala busuk ujung buah pada hasil panen.
Saat tanaman memasuki fase pembuahan dan pemanenan berulang mulai 9 MST hingga 24 MST, pemupukan rutin dilakukan setiap 5 hingga 7 hari sekali setelah panen petik. Fokus pemupukan adalah menjaga ketersediaan kalium dan magnesium untuk mempertebal dinding buah, meningkatkan bobot, serta mempertahankan kilap warna buah paprika. Pada musim kemarau, kombinasikan pemupukan kocor dengan penyiraman teratur dua kali sehari agar penyerapan hara oleh akar tetap berjalan lancar.






