Fase semai (0-4 minggu setelah semai): Gunakan media semai yang subur. Seminggu setelah semai, beri pupuk daun dengan kandungan N tinggi (misal 30-10-10) seminggu sekali dengan dosis rendah. Saat bibit berumur 3-4 minggu atau berdaun 4-5 helai, pindahkan ke polybag atau lahan. Beri pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 10-15 ton/ha atau 2-3 kg/m2 untuk bedengan, ditambah TSP 100-150 kg/ha (setara 10-15 g/tanaman) dan KCl 50-75 kg/ha (5-7 g/tanaman).
Fase vegetatif (4-8 minggu setelah pindah tanam): Tanaman membutuhkan nitrogen tinggi untuk pertumbuhan daun dan batang. Beri pupuk susulan pertama saat 7-10 hari setelah pindah tanam (HST) menggunakan urea 50-75 kg/ha (5-7 g/tanaman) atau ZA 100-150 kg/ha. Ulangi setiap 10-14 hari dengan dosis sama hingga tanaman berumur 6 minggu. Jika menggunakan pupuk majemuk seperti NPK 16-16-16, beri 10-15 g/tanaman setiap 2 minggu. Pada fase ini, pastikan kebutuhan air tercukupi.
Fase generatif (8 minggu hingga panen): Saat tanaman mulai berbunga (sekitar 6-8 MST), kurangi N dan tingkatkan P dan K. Gunakan pupuk NPK 12-12-17 atau 15-15-15 dengan dosis 15-20 g/tanaman setiap 2 minggu. Semprotkan pupuk daun berkalsium tinggi (Ca) seminggu sekali untuk mencegah busuk ujung buah (BER). Saat buah mulai terbentuk, tambahkan KCl 5-10 g/tanaman setiap 2 minggu. Hentikan pemupukan 2 minggu sebelum panen terakhir. Selalu siram setelah pemupukan agar pupuk cepat larut dan diserap akar.