Paprika, Cara Merawat Paprika Agar Subur dan Berbuah Lebat
Nguyen Huy / Pexels

Cara Merawat Paprika Agar Subur dan Berbuah Lebat

Panduan praktis merawat tanaman paprika dari tahap aklimatisasi hingga panen agar tumbuh subur dan bebas penyakit di iklim tropis Indonesia.

Jawaban singkat

Tanaman paprika (Capsicum annuum) tumbuh optimal di daerah berketinggian 600 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut dengan suhu harian 18 sampai 28 derajat Celsius. Media tanam yang ideal adalah campuran tanah gembur, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1 serta pH tanah berkisar 6,0 hingga 7,0. Paprika membutuhkan paparan sinar matahari langsung selama 6 hingga 8 jam sehari, namun di daerah berudara panas, penambahan paranet dengan peneduh 30 persen sangat dianjurkan untuk mencegah stres panas.

Ringkas: Paprika

Cahaya
Sinar matahari penuh 6 hingga 8 jam sehari
Penyiraman
Jaga kelembapan media secara konsisten, jangan sampai terlalu basah
Musim
Sepanjang tahun dengan perlindungan musim hujan
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh perhatian khusus pada ketersediaan air dan suhu lingkungan

Penyiraman paprika harus dilakukan secara teratur sebanyak 1 hingga 2 kali sehari tergantung kondisi cuaca. Pada musim kemarau, siram tanaman setiap pagi pukul 07.00 dan sore pukul 16.00 dengan volume sekitar 500 ml per pot, sedangkan pada musim hujan frekuensi disesuaikan agar media tidak terlalu basah. Pemupukan susulan dilakukan setiap 14 hari sekali menggunakan 200 gram pupuk kandang matang atau pupuk organik cair yang dikocorkan di sekitar pangkal batang.

Untuk menopang bobot buah yang berat, pasang turus bambu setinggi 1,5 meter sejak tanaman berumur 2 minggu setelah pindah tanam. Lakukan pemangkasan pada tunas air (tunas samping) yang tumbuh di bawah cabang utama berbentuk huruf V agar aliran nutrisi terfokus pada pembentukan buah. Tambahkan kapur dolomit sebanyak 1 sendok makan per polybag setiap bulan untuk mencegah kekurangan kalsium yang memicu pembusukan pada ujung buah.

Panen pertama paprika dapat dilakukan pada umur 75 hingga 90 hari setelah pindah tanam, tergantung pada varietas dan letak ketinggian wilayah. Buah dapat dipetik saat masih berwarna hijau tua atau ditunggu hingga matang sempurna menjadi merah, kuning, atau oranye sekitar 2 hingga 3 minggu kemudian. Proses pemanenan dilakukan setiap 5 sampai 7 hari sekali dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting tajam untuk mengoperasikan pemetikan tanpa merusak batang utama.

Langkah-langkah

  1. Siapkan media tanam gembur dalam pot atau polybag berdiameter minimal 40 cm dan pasang pengajir bambu setinggi 1,5 meter.
  2. Pindahkan bibit paprika berumur 25-30 hari ke media tanam pada sore hari, lalu siram hingga media cukup lembap.
  3. Lakukan penyiraman rutin 1-2 kali sehari serta berikan pemupukan susulan setiap 2 minggu sekali dengan pupuk organik.
  4. Pangkas tunas air di bawah cabang V dan ikat batang utama pada turus secara berkala menggunakan tali rafia secara longgar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama paprika bisa dipanen dari penanaman?

Paprika mulai berbuah dan dapat dipanen pertama kali sekitar 75 hingga 90 hari setelah pindah tanam.

Apakah paprika cocok ditanam di dataran rendah?

Paprika paling optimal di dataran tinggi, namun tetap bisa tumbuh di dataran rendah dengan bantuan naungan paranet dan penyiraman yang teratur.

Mengapa bunga paprika sering rontok sebelum jadi buah?

Kerontokan bunga biasanya disebabkan oleh suhu udara terlalu panas di atas 30 derajat Celsius, kekurangan air, atau kekurangan unsur kalium.

Bagaimana cara membuat warna paprika berubah menjadi merah atau kuning?

Warna paprika akan berubah secara alami dari hijau menjadi merah atau kuning jika buah dibiarkan matang di pohon selama 2 sampai 3 minggu setelah mencapai ukuran maksimal.

Seberapa sering pemupukan susulan dilakukan pada paprika?

Pemupukan susulan dilakukan rutin setiap 10 hingga 14 hari sekali menggunakan pupuk organik cair atau pupuk hara makro seimbang.

Lebih lanjut tentang Paprika

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.