Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) saat musim kemarau, cukup 1 kali jika hujan. Gunakan mulsa plastik hitam perak untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan gulma. Pupuk dasar berupa pupuk kandang 20 ton/ha atau kompos 10 ton/ha. Pemupukan susulan: NPK 16-16-16 5 gram/tanaman setiap 10 hari sekali sejak tanam hingga panen. Kocor atau tabur di sekitar perakaran, lalu siram. Pada fase generatif, tambahkan pupuk KNO3 3 gram/tanaman seminggu sekali untuk merangsang pembungaan dan pembesaran buah.
Pemangkasan penting dilakukan untuk membentuk tajuk dan merangsang cabang produktif. Pangkas tunas air (sulur yang tumbuh di ketiak daun) dan daun tua yang menguning. Sisakan 2-3 cabang utama. Pasang ajir dari bambu atau kayu setinggi 1,5 meter untuk menopang tanaman saat berbuah lebat. Lakukan penjarangan buah: sisakan 4-6 buah per cabang agar ukuran optimal. Hama utama: kutu daun, trips, ulat grayak, dan lalat buah. Gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau serai, atau konsultasi dengan BPP setempat untuk pestisida kimia sesuai dosis label.
Panen paprika dimulai saat buah berwarna hijau mengkilap (untuk paprika hijau) atau merah penuh (untuk paprika merah), biasanya 70-80 hari setelah tanam. Petik dengan gunting atau pisau tajam, sisakan tangkai 1-2 cm. Panen rutin setiap 3-4 hari sekali. Produktivitas rata-rata 20-30 ton/ha per musim. Simpan buah di tempat sejuk (10-12°C) dengan kelembaban 90-95% agar tahan 2-3 minggu. Untuk penyimpanan rumah tangga, masukkan ke dalam kantong plastik berlubang di lemari es.