Paprika, Akar Paprika Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Nguyen Huy / Pexels

Akar Paprika Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Panduan diagnosis diferensial dan langkah praktis mengatasi masalah busuk akar pada tanaman paprika di musim hujan.

Jawaban singkat

Busuk akar pada tanaman paprika (Capsicum annuum) sering menjadi ancaman utama para petani dan pekebun rumahan di Indonesia, terutama saat memasuki puncak musim hujan dengan curah hujan melebihi 300 mm per bulan. Tingginya kadar air dalam media tanam menciptakan kondisi anaerob yang memicu perkembangan mikroorganisme patogen tanah. Tanaman paprika yang tergenang air selama lebih dari 6 jam sangat rentan mengalami kerusakan jaringan akar halus, yang berlanjut pada pembusukan massal.

Ringkas: Paprika

Cahaya
Sinar matahari penuh 6 hingga 8 jam sehari
Penyiraman
Jaga kelembapan media secara konsisten, jangan sampai terlalu basah
Musim
Sepanjang tahun dengan perlindungan musim hujan
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh perhatian khusus pada ketersediaan air dan suhu lingkungan

Gejala awal busuk akar sering kali tidak disadari karena menyerupai tanaman yang kekurangan air, yaitu daun menguning dan terkulai layu pada siang hari jam 11.00 hingga 14.00, namun tampak segar kembali di malam hari. Jika dibiarkan selama 3 sampai 5 hari, kelayuan akan menjadi permanen dan jaringan akar berubah warna dari putih bersih menjadi cokelat tua hingga hitam membusuk. Pada infeksi berat, kulit luar akar akan dengan mudah terkelupas saat ditarik perlahan dan mengeluarkan bau busuk yang khas.

Penanganan awal di lapangan memerlukan perbaikan sanitasi dan drainase secara drastis untuk menurunkan kelembapan tanah di sekitar perakaran. Petani disarankan membuat guludan setinggi 40 hingga 50 cm serta membuat parit drainase sejajar dengan kedalaman 60 cm agar air hujan tidak menggenang. Untuk penanaman di pot atau polibag, gunakan media tanam poros campuran tanah, sekam bakar, dan kompos matang dengan rasio 2:2:1 serta pastikan lubang drainase bawah tidak tersumbat.

Langkah pemulihan secara hayati dapat dilakukan dengan mengocorkan agen hayati berbasis Trichoderma sp. atau Bacillus subtilis sebanyak 100 hingga 200 ml larutan per lubang tanam setiap 7 hari sekali. Selain itu, pemberian kapur pertanian atau dolomit sebanyak 100 gram per meter persegi sangat penting dilakukan jika pH tanah terukur di bawah 5,5 untuk menekan laju perkembangan jamur patogen. Penggunaan mulsa plastik hitam perak juga sangat dianjurkan saat musim hujan untuk menjaga kelembapan tanah tetap stabil dan mencegah penyebaran spora dari percikan air hujan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Cendawan Phytophthora capsici

Ciri: Akar membusuk basah berwarna hitam, bau menyengat, busuk menjalar hingga pangkal batang yang tampak kehitaman dan menggenting.

Solusi: Cabut tanaman yang terinfeksi parah, kocor area bekas tanaman dengan agen hayati Trichoderma sp., dan tingkatkan drainase lahan.

Cendawan Pythium spp.

Ciri: Akar serabut membusuk dan berwarna cokelat muda, kulit luar akar mudah terkelupas dari bagian inti (sloughing off), tanaman layu mendadak.

Solusi: Kurangi frekuensi penyiraman, perbaiki porositas media tanam dengan sekam bakar, dan aplikasi biofungisida secara rutin.

Cendawan Fusarium oxysporum

Ciri: Akar membusuk agak kering, terjadi pencokelatan pada jaringan pembuluh xilem saat batang bagian bawah dibelah membujur.

Solusi: Aplikasi kapur dolomit untuk menaikkan pH tanah di atas 6,0 dan gunakan benih atau bibit paprika yang tahan Fusarium.

Drainase Buruk dan Kejenuhan Air (Anaerob)

Ciri: Akar berwarna cokelat kusam tanpa bau menyengat, pertumbuhan tanaman kerdil, tidak ada bekas warna hitam menggantung pada pangkal batang.

Solusi: Buat saluran pembuangan air yang lebih dalam, gemburkan tanah di sekitar perakaran secara perlahan, dan ganti media tanam yang terlalu padat.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemeriksaan pada perakaran tanaman yang layu dengan menggali tanah secara perlahan setinggi 5 sampai 10 cm dari pangkal batang.
  2. Pangkas akar yang membusuk menggunakan gunting steril jika kerusakan masih di bawah 30 persen, lalu buang sisa tanaman sakit jauh dari area kebun.
  3. Perbaiki sistem drainase lahan dengan memperdalam parit antar-guludan atau menambah lubang resapan pada wadah penanaman.
  4. Kocorkan suspensi agen hayati Trichoderma sp. pada area perakaran setiap seminggu sekali untuk menekan perkembangan cendawan jahat.
  5. Kurangi dosis pemupukan unsur Nitrogen sintetis selama musim hujan dan tingkatkan pemberian unsur Kalium serta Kalsium untuk memperkuat dinding sel tanaman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tanaman paprika yang terkena busuk akar masih bisa diselamatkan?

Jika kerusakan akar masih di bawah 30 persen dan pangkal batang belum membusuk kehitaman, tanaman masih bisa diselamatkan dengan perbaikan drainase dan pengocoran agen hayati.

Mengapa paprika di dalam pot rumah saya bisa kena busuk akar?

Penyebab utamanya biasanya adalah penggunaan tanah yang terlalu liat/padat, tidak adanya lubang pembuangan air yang cukup pada pot, atau penyiraman berlebihan saat cuaca mendung.

Apakah bekas media tanam yang kena busuk akar boleh dipakai lagi?

Tidak disarankan langsung dipakai. Media bekas harus dikeringkan di bawah terik matahari, dicampur kapur dolomit, dan diinkubasi dengan Trichoderma sp. selama minimal 2 sampai 4 minggu sebelum digunakan kembali.

Pupuk apa yang cocok diberikan saat tanaman paprika mulai pulih dari busuk akar?

Berikan pupuk dengan kandungan Kalsium dan Kalium tinggi untuk merangsang pembentukan sel akar baru dan memperkuat ketahanan jaringan tanaman.

Lebih lanjut tentang Paprika

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.