Hama utama seperti kutu kebul dan trips umumnya menyerang bagian pucuk daun muda serta menghisap cairan tanaman, menyebabkan daun keriting dan pertumbuhan terhambat. Sementara itu, ulat buah kerap menjadi momok menakutkan saat musim berbuah karena merusak estetika dan kualitas komoditas secara langsung. Identifikasi yang akurat melalui pengamatan visual pada bagian bawah daun dan kelopak buah sangat menentukan keberhasilan strategi pengendalian di lapangan.
Pengendalian hama pada paprika paling efektif dilakukan secara terpadu dengan mengandalkan praktik budidaya yang bersih dan pemanfaatan musuh alami di ekosistem sekitar lahan. Penggunaan perangkap warna kuning atau biru terbukti efektif menekan populasi serangga dewasa di dalam naungan atau rumah kaca. Selain itu, sanitasi gulma di sekitar bedengan secara berkala dapat memutus siklus hidup hama yang sering bersembunyi di rumput liar.
Apabila populasi hama telah melewati batas ambang ekonomi dan tindakan manual tidak lagi memadai, penerapan pengendalian kimiawi dapat menjadi pilihan terakhir yang bijaksana. Pastikan untuk selalu membaca petunjuk pada label kemasan serta berkonsultasi dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluhan Pertanian setempat untuk memilih bahan aktif yang tepat dan ramah lingkungan.