Daun Paprika Keriting: Penyebab & Solusi

Daun paprika keriting bisa disebabkan oleh hama, penyakit, atau faktor lingkungan. Berikut diagnosis diferensial untuk iklim kemarau di Indonesia.

Jawaban singkat

Daun paprika yang keriting sering membuat petani cemas. Di musim kemarau, masalah ini bisa muncul karena beberapa sebab. Penting untuk membedakan penyebabnya agar penanganan tepat. Berikut diagnosis diferensial untuk daun paprika keriting.

Ringkas: Paprika

Cahaya
Sinar matahari penuh 6 hingga 8 jam sehari
Penyiraman
Jaga kelembapan media secara konsisten, jangan sampai terlalu basah
Musim
Sepanjang tahun dengan perlindungan musim hujan
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh perhatian khusus pada ketersediaan air dan suhu lingkungan

Penyebab pertama adalah serangan kutu kebul (Bemisia tabaci). Ciri khas: daun mengeriting ke atas, permukaan bawah daun ada kutu putih kecil, dan daun lengket karena embun madu. Solusi: semprot dengan insektisida berbahan aktif imidakloprid atau pymetrozine sesuai label, atau gunakan musuh alami seperti predator kutu.

Kedua, virus kuning (Begomovirus) yang ditularkan kutu kebul. Daun keriting disertai mosaik kuning, pertumbuhan kerdil, dan buah kecil. Tidak ada obat, fokus pada pengendalian vektor kutu kebul dan cabut tanaman terserang berat. Ketiga, tungau (Tetranychus sp.) yang aktif di musim kemarau. Daun keriting ke bawah, ada jaring halus, dan bintik kuning. Semprot akarisida seperti abamektin.

Keempat, kekurangan unsur hara seng (Zn). Daun keriting dengan tepi menguning dan pertumbuhan terhambat. Aplikasi pupuk daun yang mengandung Zn atau koreksi pH tanah. Terakhir, stres air akibat penyiraman tidak teratur. Daun keriting sementara, terutama siang hari. Atur irigasi rutin pagi/sore, beri mulsa untuk menjaga kelembaban.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

Ciri: Daun mengeriting ke atas, ada kutu putih di bawah daun, daun lengket

Solusi: Semprot insektisida seperti imidakloprid atau pymetrozine sesuai label; gunakan predator seperti kumbang Coccinella.

Virus Kuning (Begomovirus)

Ciri: Daun keriting dengan mosaik kuning, tanaman kerdil, buah kecil

Solusi: Cabut tanaman terinfeksi berat; kendalikan kutu kebul sebagai vektor; gunakan varietas tahan.

Tungau (Tetranychus sp.)

Ciri: Daun keriting ke bawah, ada jaring halus, bintik kuning pada daun

Solusi: Semprot akarisida seperti abamektin sesuai label; tingkatkan kelembaban dengan penyiraman.

Kekurangan Seng (Zn)

Ciri: Daun keriting dengan tepi menguning, pertumbuhan terhambat

Solusi: Aplikasi pupuk daun mengandung Zn; perbaiki pH tanah jika terlalu tinggi.

Stres Air

Ciri: Daun keriting sementara terutama siang hari, layu jika kekurangan air

Solusi: Siram rutin pagi/sore 2-3 liter per tanaman; beri mulsa jerami untuk menjaga kelembaban.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun paprika keriting bisa sembuh sendiri?

Tergantung penyebab. Jika karena stres air, bisa membaik dengan penyiraman teratur. Jika karena virus, tidak bisa sembuh dan tanaman harus dicabut.

Bagaimana cara membedakan serangan kutu kebul dan tungau?

Kutu kebul menyebabkan daun keriting ke atas dan ada kutu putih di bawah daun. Tungau menyebabkan keriting ke bawah dengan jaring halus.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur terkena virus?

Cabut tanaman yang terinfeksi berat dan bakar. Untuk tanaman ringan, kendalikan kutu kebul agar tidak menyebar ke tanaman sehat.

Bisakah kekurangan seng menyebabkan daun keriting?

Ya, kekurangan seng menyebabkan daun keriting dengan tepi menguning. Solusinya dengan pupuk daun mengandung Zn.

Apakah penggunaan pestisida kimia aman untuk paprika?

Aman jika sesuai dosis dan waktu aplikasi. Hindari saat buah hampir panen, dan ikuti petunjuk label.

Mengapa daun paprika keriting sering terjadi di musim kemarau?

Karena populasi kutu kebul dan tungau meningkat di musim kemarau. Selain itu, stres air juga lebih sering terjadi.

Lebih lanjut tentang Paprika

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.