Langkah pertama dalam mengatasi masalah ini adalah melakukan diagnosis diferensial berdasarkan bentuk kerusakan daun. Keriting melengkung ke atas dengan permukaan bawah daun berwarna keperakan merupakan tanda khas serangan thrips. Sebaliknya, daun yang menggulung ke bawah, terasa lengket karena embun madu, serta dikerumuni semut menandakan aktivitas kutu daun (aphids). Adapun serangan tungau merah memicu daun menebal, kaku, dan melengkung ke bawah menyerupai sendok terbalik.
Penyebab lain yang sangat merugikan adalah infeksi Virus Keriting Kuning (Gemini Virus) yang ditularkan oleh hama kutu kebul. Gejalanya ditandai dengan warna daun yang berubah menjadi kuning cerah, ukuran daun memungil, kaku, serta pertumbuhan tanaman yang terhenti total atau kerdil. Tanaman yang sudah terinfeksi virus tidak dapat disembuhkan secara mekanis, sehingga tindakan pembongkaran tanaman sakit wajib dilakukan untuk melindungi 80-90 persen populasi tanaman lain yang masih sehat.
Pengendalian pada musim kemarau memerlukan kombinasi pemeliharaan kelembapan tanah dan sanitasi lahan yang ketat. Lakukan penyiraman teratur sebanyak 1 hingga 1,5 liter per tanaman setiap pagi jam 07.00 dan sore jam 16.00 agar tanaman tidak mengalami stres dehidrasi. Aplikasi pestisida nabati berbahan aktif minyak mimba atau ekstrak bawang putih secara berkala setiap 3 hari sekali efektif menekan populasi hama tanpa merusak ekosistem lahan pertanaman.





