Pengolahan lahan dilakukan dengan membuat bedengan setinggi 30 sentimeter, lebar 1,5 hingga 2 meter, dan jarak antar tanaman minimal 1 meter karena tajuk labu merambat luas. Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang sebanyak 2 hingga 3 kilogram per lubang tanam seminggu sebelum penanaman. Pindahkan bibit pada pagi atau sore hari saat cuaca teduh, lalu siram dengan air secukupnya untuk mengurangi stres pascatanam di iklim tropis.
Penyiraman rutin dilakukan 1 sampai 2 kali sehari pada musim kemarau dan disesuaikan saat musim hujan agar lahan tidak tergenang air. Pemupukan susulan diberikan setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk organik cair atau pupuk NPK seimbang sebanyak 10 gram per tanaman yang dikocorkan di sekitar perakaran. Penyerbukan buatan antara bunga jantan dan betina di pagi hari pukul 06.00 hingga 09.00 sangat dianjurkan untuk meningkatkan keberhasilan pembentukan buah.
Tanaman labu dapat dipanen mulai umur 85 hingga 120 hari setelah tanam, tergantung pada varietas yang ditanam. Ciri buah labu siap panen meliputi tangkai buah yang mengering dan mengeras, warna kulit buah berubah kuning kecokelatan atau oranye pekat, serta mengeluarkan bunyi menggema saat diketuk. Potong tangkai buah menggunakan gunting pangkas tajam dengan menyisakan tangkai sepanjang 3 sampai 5 sentimeter agar daya simpan buah lebih tahan lama.






