Persiapan lahan dimulai dengan menggemburkan tanah sedalam 30-40 cm, lalu buat bedengan selebar 1-2 meter dengan tinggi 30 cm untuk menghindari genangan. Tambahkan pupuk kandang matang 10-15 ton per hektar atau 2-3 kg per lubang tanam. Buat lubang tanam dengan jarak 1x1 meter untuk varietas merambat atau 2x2 meter untuk varietas yang lebih luas. Benih direndam dalam air hangat (50°C) selama 15 menit, lalu ditanam 2-3 biji per lubang sedalam 2-3 cm. Setelah berkecambah (5-7 hari), sisakan satu tanaman terkuat per lubang.
Perawatan meliputi penyiraman rutin 2-3 kali sehari pada musim kemarau, dan 1 kali sehari pada musim hujan (hindari genangan). Beri pupuk susulan setiap 2 minggu dengan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5-10 gram per tanaman, atau pupuk organik cair (urin sapi difermentasi) 200 ml per liter air. Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu dan pemangkasan daun tua agar sirkulasi udara baik. Untuk mencegah hama (ulat, kutu daun, atau embun tepung), gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau serai wangi setiap minggu.
Panen labu dapat dilakukan setelah 75-90 hari setelah tanam, tergantung varietas. Ciri-ciri labu siap panen: tangkai buah mengering dan berwarna coklat, kulit buah mengeras dan berubah warna (kuning oranye), serta suara 'thok' saat diketuk. Potong tangkai buah dengan pisau tajam menyisakan 5-10 cm untuk memperpanjang daya simpan. Labu dapat disimpan di tempat sejuk dan kering selama 2-3 bulan. Untuk benih, pilih buah terbaik, biarkan masak penuh di pohon, lalu jemur bijinya.