Untuk mengatasi penurunan hasil panen, petani perlu melakukan pengamatan rutin setiap tiga hari sekali pada pagi hari ketika hama aktif berpindah tempat. Identifikasi dini terhadap pola kerusakan pada jaringan tanaman menjadi kunci utama dalam menentukan tindakan pencegahan sebelum populasi hama menyebar ke seluruh areal pertanaman.
Pendekatan pengendalian hama terpadu sangat dianjurkan dengan mengutamakan prinsip mekanis dan hayati. Penggunaan perangkap warna kuning berperekat sebanyak 20 buah per hektar efektif menekan populasi serangga dewasa, sementara sanitasi lahan dengan membersihkan gulma dan sisa tanaman terinfeksi memutus siklus hidup hama secara berkelanjutan.
Apabila serangan hama telah melampaui batas ambang ekonomi dan memerlukan intervensi lanjutan, pastikan untuk selalu membaca petunjuk pada label kemasan pestisida serta berkonsultasi langsung dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluhan Pertanian setempat agar penanganan aman dan tepat sasaran.