Faktor pertama yang sering memicu daun menguning pada musim kemarau adalah kekeringan atau sebaliknya, penyiraman yang terlalu sering tetapi dangkal sehingga memicu kelembapan berlebih di zona akar. Labu kuning membutuhkan penyiraman sebanyak dua hingga tiga kali seminggu secara mendalam agar akar dapat menyerap air hingga kedalaman 30 sentimeter. Selain itu, teriknya matahari kemarau dapat mempercepat penguapan hara nitrogen dari dalam tanah, yang membuat daun tua menguning lebih cepat karena unsur tersebut ditarik ke daun muda yang sedang tumbuh.
Serangan hama seperti tungau labu atau kutu daun juga sangat marak terjadi ketika cuaca panas dan kering di Indonesia. Hama ini bergerombol di bagian bawah daun labu kuning untuk menghisap cairan sel, meninggalkan bercak-bercak kuning kusam yang lama-kelamaan membuat daun mengering dan rontok. Jika dibiarkan, populasi hama akan meledak dalam waktu satu minggu dan menular ke seluruh populasi tanaman di kebun, menurunkan kapasitas fotosintesis dan gagal berbuah.
Untuk mengatasi masalah daun menguning ini, langkah awal yang harus dilakukan adalah memeriksa bagian bawah daun dan kondisi perakaran secara berkala. Berikan tambahan pupuk organik matang sebanyak 2 kilogram per lubang tanam untuk memperbaiki struktur tanah dan mengikat air lebih baik di musim kemarau. Lakukan pemangkasan pada daun yang sudah rusak parah untuk mencegah penyebaran penyakit dan memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman labu kuning Anda.