Pada fase vegetatif awal yaitu umur 1 hingga 4 minggu setelah tanam, berikan pupuk kandang matang sebanyak 2 hingga 3 kilogram per lubang tanam yang dikombinasikan dengan pupuk NPK seimbang. Saat memasuki masa berbunga pada minggu ke-5 hingga ke-6, kurangi asupan unsur nitrogen dan tingkatkan pemupukan fosfat serta kalium sebanyak 10 hingga 15 gram per tanaman setiap 2 minggu sekali. Langkah ini bertujuan untuk merangsang pembentukan bunga betina dan memperkuat tangkai buah agar tidak mudah gugur.
Pemangkasan atau pruning merupakan bagian penting dalam cara merawat labu yang sering terabaikan oleh pekebun rumahan. Sisakan 2 hingga 3 cabang utama per tanaman dan pangkas tunas air yang tumbuh berlebihan di ketiak daun agar nutrisi terfokus pada pembentukan buah. Pada musim hujan, gunakan mulsa jerami setebal 5 sentimeter di sekitar pangkal batang untuk mencegah percikan tanah membawa spora jamur embun tepung ke daun.
Mengingat bunga jantan dan betina labu terpisah pada satu tanaman, penyerbukan buatan dapat dilakukan pada pukul 06.00 hingga 09.00 pagi jika populasi serangga penyerbuk rendah. Cukup usapkan serbuk sari dari bunga jantan ke kepala putik bunga betina secara perlahan. Dengan perawatan intensif ini, buah labu siap dipanen saat berumur 80 hingga 100 hari setelah tanam dengan ciri tangkai buah mulai mengering dan kulit buah mengeras.






