Penyakit embun bulu (downy mildew) dan embun tepung (powdery mildew) sering mengintai tanaman labu ketika curah hujan mencapai lebih dari 300 mm per bulan. Embun bulu menampakkan bercak kuning bersudut pada permukaan atas daun, sementara embun tepung melapisi daun dengan serbuk putih seperti bedak. Penanganan yang terlambat dalam waktu 5 hingga 7 hari dapat menurunkan hasil panen buah labu hingga 60 persen.
Selain cendawan daun, layu bakteri dan busuk buah Phytophthora menjadi ancaman serius pada tanah tergenang dengan pH di bawah 5.5. Bakteri menyumbat pembuluh vaskular sehingga tanaman layu mendadak dalam waktu 24 jam meskipun tanah basah, sedangkan Phytophthora menyebabkan buah labu melunak dan berbau busuk. Pengaturan drainase dengan tinggi bedengan minimal 40 cm menjadi kunci utama pencegahan.
Pengendalian penyakit labu yang efektif memadukan sanitasi kebun harian, pemangkasan 20 persen daun bagian bawah yang bersentuhan dengan tanah, serta rotasi tanaman setiap 1 hingga 2 musim tanam. Penggunaan bahan hayati atau pestisida terdaftar harus diterapkan sesuai petunjuk teknis demi menjaga keamanan pangan dan kesehatan lingkungan perkebunan Anda.






