Penyebab pertama yang paling umum adalah serangan kutu kebul (Bemisia tabaci). Kutu ini menghisap cairan daun dan mengeluarkan embun madu yang memicu jamur jelaga. Ciri khasnya: daun keriting ke bawah, menguning, dan terdapat bintik-bintik hitam (kotoran kutu). Periksa bagian bawah daun dengan kaca pembesar; jika ada kutu putih kecil, segera semprot dengan air bertekanan atau gunakan insektisida nabati seperti ekstrak mimba. Ulangi setiap 5-7 hari.
Penyebab kedua adalah infeksi virus, terutama virus gemini (begomovirus) yang ditularkan oleh kutu kebul. Daun keriting, mengecil, mengeriting seperti sendok, dan pertumbuhan tanaman terhambat. Berbeda dengan serangan kutu, tidak ada embun madu atau jamur. Virus tidak bisa disembuhkan, jadi fokus pada pengendalian vektor dengan memutus siklus kutu kebul dan mencabut tanaman yang terinfeksi parah. Tanam varietas tahan seperti labu kuning lokal.
Penyebab ketiga adalah stres lingkungan akibat kekeringan atau kekurangan unsur hara. Daun keriting ke atas, tepi daun mengering, dan tanaman layu di siang hari. Periksa kelembaban tanah; jika kering, segera beri mulsa jerami dan siram 2-3 hari sekali saat kemarau. Beri pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis sesuai anjuran (baca label) untuk mengatasi defisiensi. Pastikan drainase baik agar akar tidak tergenang saat hujan tiba.