Memasuki fase pertumbuhan vegetatif pada usia dua hingga empat minggu setelah tanam, berikan tambahan nutrisi tinggi nitrogen secara rutin setiap tujuh hari sekali. Aplikasikan pupuk susulan dengan cara dikocor di sekitar perakaran, dengan takaran satu sendok makan per tanaman yang dilarutkan dalam satu liter air. Pemeliharaan sulur dan daun pada periode ini memerlukan pasokan hara yang stabil agar luasan tajuk tanaman optimal dalam menangkap sinar matahari.
Ketika tanaman labu mencapai usia enam hingga delapan minggu dan mulai memunculkan bunga pertama, segera alihkan jenis nutrisi ke unsur fosfor dan kalium yang lebih tinggi. Kurangi porsi nitrogen agar tanaman tidak terlalu rimbun daun tetapi gagal berbuah, lalu aplikasikan pupuk buah setiap sepuluh hari sekali. Pada fase generatif ini, penyiraman yang konsisten setiap sore hari sangat membantu penyerapan hara makro dan mikro secara maksimal oleh sistem perakaran.
Fase pembuahan dan pembesaran buah yang terjadi pada minggu kesembilan hingga panen membutuhkan suplai kalium ekstra guna meningkatkan bobot serta manisnya daging buah. Berikan pupuk pelengkap cair semprot daun setiap dua minggu sekali pada pagi hari sebelum pukul sembilan untuk merangsang pengisian buah. Pemanenan dapat dilakukan saat tangkai buah mulai mengering dan kulit labu mengeras sempurna, biasanya pada umur tiga hingga empat bulan setelah tanam.