Pada fase vegetatif yang berlangsung dari umur 7 hingga 21 hari setelah tanam, tanaman labu membutuhkan asupan Nitrogen dan Fosfor yang cukup untuk pembentukan akar serta daun yang kuat. Berikan pemupukan susulan berupa larutan NPK seimbang sebanyak 5 gram per tanaman setiap 7 hari sekali secara dikocor. Penyiraman pupuk kocor ini dilakukan pada pagi hari agar penyerapan hara oleh akar berjalan optimal.
Memasuki fase pembungaan pada umur 28 hingga 42 hari setelah tanam, komposisi pupuk perlu diubah dengan mengurangi porsi Nitrogen dan meningkatkan porsi Kalium serta Fosfat. Aplikasi pupuk dengan porsi Kalium lebih tinggi sebanyak 10 gram per tanaman diberikan setiap 10 hari sekali. Pengurangan Nitrogen pada fase ini bertujuan untuk mencegah pembentukan daun berlebih yang dapat memicu kerontokan calon bunga dan buah muda.
Fase pembesaran hingga pematangan buah pada umur 45 hari setelah tanam memerlukan hara Kalium yang dominan untuk meningkatkan bobot, ketebalan daging, dan rasa manis buah labu. Dosis pupuk Kalium ditingkatkan menjadi 15 gram per tanaman secara ditabur pada parit melingkar sejauh 20 cm dari pangkal batang setiap 10 hari sekali. Pemupukan dihentikan sekitar 10 hari sebelum panen tiba agar kualitas buah siap simpan tetap terjaga.






