Sebagai langkah penanganan awal, kita perlu melakukan diagnosis diferensial secara cermat untuk membedakan apakah akar labu yang membusuk disebabkan oleh serangan jamur tular tanah atau akibat genangan air murni tanpa infeksi patogen berat. Gejala awal biasanya ditunjukkan oleh daun labu yang layu pada siang hari meskipun tanah di sekitar pangkal batang terlihat basah, serta perubahan warna akar dari putih bersih menjadi kecoklatan atau kehitaman dengan bau busuk yang cukup menyengat. Pada serangan lanjut, pangkal batang bawah akan tampak basah dan melunak, membuat seluruh bagian tanaman labu roboh dan mati dalam waktu beberapa hari saja.
Untuk mencegah dan mengatasi masalah busuk akar ini, pembuatan bedengan tinggi berukuran minimal 30 cm sangat dianjurkan agar air hujan dapat mengalir dengan lancar dan tidak menggenang di sekitar pangkal batang labu. Selain itu, kita harus rutin membersihkan gulma dan rumput liar di sekitar perakaran untuk mengurangi kelembapan berlebih dan memperbaiki sirkulasi udara di permukaan tanah. Pemberian bahan organik matang pada lubang tanam juga sangat membantu meningkatkan struktur tanah dan merangsang pertumbuhan mikroorganisme baik yang dapat menekan populasi patogen penyebab kebusukan akar.
Apabila ditemukan tanaman labu yang terserang parah, tindakan cabut dan musnahkan tanaman terinfeksi wajib dilakukan segera agar penularan tidak meluas ke tanaman labu lainnya di dalam satu lahan. Untuk pengendalian kimiawi, baca selalu petunjuk pada label kemasan produk dan konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di BPP setempat guna mendapatkan rekomendasi bahan pengendali yang tepat dan ramah lingkungan. Mari kita jaga kesehatan kebun labu kita dengan disiplin menerapkan sanitasi lahan yang baik sepanjang musim penghujan ini demi hasil panen yang melimpah dan memuaskan.