Labu, Akar Labu Busuk: Penyebab & Cara Mengatasi
Alexas Fotos / Pexels

Akar Labu Busuk: Penyebab & Cara Mengatasi

Pembusukan akar pada tanaman labu di musim hujan umumnya disebabkan oleh genangan air berlebih dan serangan cendawan tanah seperti Phytophthora atau Pythium.

Jawaban singkat

Penyakit labu busuk akar menjadi ancaman utama bagi petani dan pekebun di seluruh Indonesia saat memasuki musim hujan dengan intensitas curah hujan melebihi 200 mm per bulan. Tingginya kelembapan udara dan kondisi tanah yang terus-menerus basah menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan jamur patogen tanah. Tanaman labu (Cucurbita) yang tergenang air selama lebih dari 12 jam berturut-turut akan mengalami penurunan kadar oksigen di zona perakaran, sehingga akar menjadi lemah dan mudah terinfeksi.

Ringkas: Labu

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6-8 jam per hari
Penyiraman
Siram 2-3 kali sehari saat kemarau, 1 kali saat hujan
Musim
Awal musim hujan (Sep-Nov) atau akhir kemarau (Mar-Mei)
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman merambat, perlu ajir atau para-para

Gejala awal yang sering luput dari pengamatan adalah daun labu yang tampak layu pada siang hari yang terik, namun kembali segar pada malam atau pagi hari. Seiring berjalannya waktu, daun bagian bawah akan menguning secara bertahap dan layu permanen. Jika tanaman dicabut, akar yang sehat berwarna putih bersih akan berubah menjadi cokelat kehitaman, lembek, berbau busuk, serta kehilangan akar-akar halus pencari nutrisi. Pangkal batang di dekat permukaan tanah juga sering terlihat mencokelat dan menggenting.

Pencegahan yang paling efektif dilakukan melalui pengaturan teknis budidaya tanah. Buatlah guludan atau bedengan dengan tinggi minimal 40 hingga 50 cm dan lebar 100 cm, serta jaga jarak antarbedengan sekitar 2 hingga 3 meter. Parit drainase di antara bedengan harus dibuat sedalam 50 cm agar air hujan langsung mengalir keluar dari area pertanaman dan tidak mengendap di sekitar zona perakaran labu.

Pengendalian hayati juga sangat dianjurkan sejak awal olah tanah. Campurkan bahan organik seperti kompos yang telah diperkaya agen hayati antagonis sebanyak 100 hingga 200 gram per lubang tanam saat pemupukan dasar. Selain itu, terapkan rotasi tanaman dengan jenis non-Cucurbitaceae, seperti jagung atau kacang tanah, selama 2 hingga 3 musim tanam berturut-turut untuk memutus siklus hidup jamur patogen di dalam tanah.

Penyebab & Cara Mengatasi

Cendawan Phytophthora & Pythium (Busuk Akar Hayati)

Ciri: Akar berwarna cokelat kehitaman, basah, lembek, berbau busuk menyengat, dan tanaman layu mendadak meskipun tanah basah.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi parah, perbaiki drainase, serta aplikasikan agens hayati antagonis pada pangkal batang tanaman yang sehat.

Layu Fusarium (Fusarium oxysporum)

Ciri: Pembuluh di dalam pangkal batang berubah warna menjadi cokelat kemerahan saat dibelah, daun menguning dari bawah ke atas.

Solusi: Taburkan kapur pertanian (dolomit) untuk menaikkan pH tanah ke angka 6,0-6,5 dan kurangi penggunaan pupuk nitrogen berkadar tinggi.

Asfiksia Akar (Akar Kekurangan Oksigen/Tergenang)

Ciri: Akar membusuk tanpa bau busuk khas jamur, pertumbuhan tanaman terhenti, dan daun menguning merata akibat air menggenang.

Solusi: Dalamkan parit pembuangan air segera dan gemburkan tanah di sekitar luar tajuk agar sirkulasi udara tanah membaik.

Langkah-langkah

  1. Gali tanah secara perlahan sekitar 10 cm dari pangkal batang untuk memeriksa kondisi warna dan tekstur akar labu.
  2. Cabut seluruh tanaman labu yang akarnya telah membusuk lebih dari 50 persen, lalu bakar atau buang jauh dari area perkebunan.
  3. Perdalam parit drainase di sekeliling bedengan hingga kedalaman 40-50 cm agar air hujan cepat mengalir dan tidak menggenang.
  4. Taburkan kapur dolomit di sekeliling pangkal batang tanaman yang masih sehat untuk menetralkan keasaman tanah akibat air hujan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tanaman labu yang terkena busuk akar masih bisa diselamatkan?

Jika tingkat kerusakan akar masih di bawah 30 persen dan batang belum menggenting, tanaman masih bisa diselamatkan dengan membuang bagian busuk, memperdalam drainase, dan memberikan perlakuan agen hayati.

Berapa tinggi bedengan yang ideal untuk menanam labu di musim hujan?

Tinggi bedengan yang ideal di musim hujan adalah 40 hingga 50 cm agar zona perakaran labu terbebas dari genangan air hujan.

Apakah kapur dolomit bisa mencegah labu busuk akar?

Ya, kapur dolomit membantu menaikkan pH tanah yang asam akibat guyuran air hujan, sehingga menciptakan kondisi tanah yang tidak disukai oleh cendawan penyebab busuk akar.

Tanaman apa yang cocok untuk rotasi setelah labu terkena busuk akar?

Tanaman dari famili rumput-rumputan seperti jagung atau jagung manis sangat baik untuk memutus siklus hidup jamur patogen keluarga labu-labuan.

Lebih lanjut tentang Labu

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.