Semai benih di tray atau bedengan dengan media campuran tanah dan kompos (1:1). Benih ditanam sedalam 0,5-1 cm, lalu tutup tipis. Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) agar lembab. Setelah 3-5 hari, benih berkecambah. Pindahkan bibit ke polibag atau bedengan semai saat berumur 14-21 hari atau berdaun 4-5 helai. Jaga jarak tanam 50x50 cm antar tanaman dan 60 cm antar bedengan.
Tanam bibit di lubang tanam sedalam 5-7 cm, lalu padatkan tanah. Siram pagi dan sore selama 2 minggu pertama. Beri pupuk susulan: urea 200 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha pada umur 7 dan 30 HST. Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu dan pembumbunan tanah pada umur 30 HST untuk memperkuat akar. Mulsa plastik hitam perak bisa digunakan untuk menekan gulma dan menjaga kelembaban.
Kubis siap panen pada umur 70-90 HST, ditandai dengan krop padat, keras, dan ukuran maksimal (biasanya diameter 15-20 cm). Panen dengan memotong batang tepat di bawah krop menggunakan pisau tajam. Hindari panen saat hujan untuk mengurangi risiko busuk. Hasil panen bisa mencapai 20-40 ton/ha tergantung varietas dan perawatan. Simpan di tempat sejuk (suhu 0-4°C) dengan kelembaban 90-95% untuk memperpanjang kesegaran.