Kekurangan unsur hara Nitrogen (N) menjadi salah satu penyebab paling umum pada fase vegetatif awal, yaitu usia 14 hingga 30 hari setelah tanam. Tanaman yang kekurangan Nitrogen menunjukkan gejala perubahan warna kuning yang merata mulai dari daun bagian bawah, disertai pertumbuhan yang kerdil. Penyerapan hara ini semakin terhambat apabila tanah terlalu kering akibat frekuensi penyiraman yang kurang dari 1 kali sehari pada suhu terik di atas 32 derajat Celsius.
Penyebab lain yang sangat merusak adalah infeksi bakteri Xanthomonas campestris (busuk hitam) dan jamur Fusarium oxysporum (layu fusarium). Busuk hitam ditandai dengan pola kuning berbentuk huruf V di tepi daun yang kemudian membusuk kecokelatan, sedangkan layu fusarium menyebabkan daun menguning sebelah dan pembuluh batang berubah warna menjadi cokelat kehitaman ketika dipotong.
Untuk mengatasinya, perbaiki tata kelola lahan dengan pemberian kompos matang sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar sebelum tanam, serta terapkan rotasi tanaman non-kubis-kubisan setiap 2 sampai 3 musim. Lakukan penyiraman secara teratur sebanyak 1 hingga 2 liter per lubang tanam setiap pagi hari untuk mencegah stres kekeringan tanpa memicu kelembapan berlebih di malam hari.






