Penyebab utama dari busuk akar kubis adalah patogen tular tanah yang berkembang sangat pesat pada lingkungan lembap dengan suhu tanah yang relatif dingin. Air hujan yang berlebih sering kali memadatkan tanah dan mengurangi rongga udara, sehingga akar tanaman mengalami kekurangan oksigen, melemah, dan menjadi sangat rentan diserang oleh mikroorganisme perusak. Oleh karena itu, pengelolaan drainase lahan menjadi kunci utama pencegahan agar air tidak menggenang di sekitar pangkal batang kubis lebih dari beberapa jam setelah hujan reda.
Untuk mengatasi masalah ini secara efektif, kita perlu melakukan diagnosis diferensial guna membedakan apakah pembusukan akar disebabkan oleh serangan jamur parasit atau infeksi bakteri pelunak jaringan. Setiap penyebab memerlukan tindakan penanganan yang berbeda, mulai dari perbaikan sanitasi lahan, pencabutan tanaman sakit untuk memutus siklus penularan, hingga pengaturan ulang jarak tanam agar sirkulasi udara di permukaan tanah berjalan lancar. Penggunaan mulsa plastik hitam perak juga sangat dianjurkan pada musim hujan untuk mencegah percikan air tanah yang membawa spora patogen ke bagian bawah tanaman.
Selain penanganan kuratif di lapangan, langkah preventif jangka panjang harus diterapkan sejak fase pengolahan tanah sebelum penanaman bibit kubis dimulai. Pemberian bahan organik matang dan kapur pertanian (dolomit) sangat membantu menaikkan pH tanah yang terlalu asam akibat seringnya pencucian oleh air hujan, sehingga lingkungan tumbuh menjadi kurang disukai oleh jamur penyebab busuk akar. Selalu amati kesehatan tanaman setiap hari dan konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdekat jika ditemukan gejala serangan yang masif.