Kubis, Penyebab Kubis Busuk Akar dan Cara Mengatasinya Saat Musim Hujan
Kamrun Naher / Pexels

Penyebab Kubis Busuk Akar dan Cara Mengatasinya Saat Musim Hujan

Diagnosis lengkap dan langkah penanganan praktis untuk mengatasi pembusukan akar pada tanaman kubis di musim hujan.

Jawaban singkat

Akar kubis yang membusuk merupakan salah satu kendala utama para petani di daerah dataran tinggi seperti Lembang, Dieng, dan Brastagi, terutama saat curah hujan meningkat di atas 200 mm per bulan. Kelembapan tanah yang terlalu tinggi menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi perkembangbiakan patogen tular tanah. Jika tidak segera ditangani, gejala busuk akar dapat meluas dan memicu kegagalan panen hingga 80 persen dari total populasi tanaman.

Ringkas: Kubis

Cahaya
Full sun, minimal 6-8 jam sinar matahari langsung per hari.
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat awal tanam, kemudian 1 kali sehari jika tidak hujan. Jaga tanah lembab tapi tidak tergenang.
Musim
Sepanjang tahun, musim kemarau lebih baik.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kubis membutuhkan suhu sejuk dan perawatan rutin untuk hasil maksimal.

Pengelolaan drainase lahan menjadi kunci awal dalam meminimalkan risiko busuk akar selama musim hujan. Bedengan tanaman harus ditinggikan menjadi 40 hingga 50 cm dengan lebar 100 cm, serta dilengkapi parit pembuangan air sedalam 50 cm agar air hujan langsung mengalir lancar. Genangan air yang dibiarkan lebih dari 4 jam akan menurunkan kadar oksigen di dalam tanah, merusak sel-sel akar muda, dan mempermudah masuknya spora jamur atau bakteri pembusuk.

Kondisi keasaman tanah juga sangat menentukan tingkat kerentanan tanaman kubis terhadap penyakit akar. Kubis membutuhkan pH tanah ideal antara 6,0 hingga 7,0, sementara tanah masam dengan pH di bawah 5,5 sangat disukai oleh patogen akar gada dan jamur busuk akar. Taburkan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 1,5 hingga 2 ton per hektar atau 150 hingga 200 gram per meter persegi pada saat pengolahan tanah, sekitar 2 minggu sebelum bibit ditanam.

Pencegahan berkelanjutan dilakukan melalui sanitasi lahan dan pemanfaatan agens hayati secara berkala. Cabut dan musnahkan tanaman yang menunjukkan gejala layu permanen agar spora patogen tidak menyebar melalui aliran air. Pengaplikasian mikroorganisme antagonis seperti Trichoderma spp. ke lubang tanam setiap 14 hari sekali dapat menekan pertumbuhan jamur jahat secara alami tanpa merusak ekosistem tanah.

Penyebab & Cara Mengatasi

Akar Gada (Plasmodiophora brassicae)

Ciri: Akar membengkak membentuk benjolan seperti gada, jaringan dalam pembengkakan membusuk dan berbau, daun layu saat terik matahari dan segar kembali di malam hari.

Solusi: Naikkan pH tanah di atas 6,5 dengan dolomit, berikan biofungisida pada lubang tanam, dan ganti kelompok tanaman pada musim berikutnya.

Busuk Lunak Bakteri (Pectobacterium carotovorum)

Ciri: Akar dan pangkal batang melunak, basah, mengeluarkan lendir berbau busuk yang sangat menyengat, daun bawah menguning dan runtuh.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman terinfeksi, hindari pelukaan akar saat penyiangan, dan kurangi kelembapan lingkungan dengan memperbaiki drainase.

Busuk Akar Jamur (Pythium spp. / Rhizoctonia solani)

Ciri: Sistem perakaran berwarna cokelat kehitaman, lunak, mudah putus saat dicabut, kulit luar akar mudah terkelupas dari bagian dalamnya.

Solusi: Keringkan area sekitar perakaran, aplikasikan agen hayati Trichoderma spp. pada tanah, dan hindari pemupukan nitrogen berlebih.

Genangan Air / Asfiksia Akar

Ciri: Akar membusuk tanpa bau menyengat yang khas, warna akar berubah menjadi cokelat pudar, tanah di sekitar perakaran sangat padat dan becek.

Solusi: Perdalam saluran drainase di antara bedengan, gemburkan tanah di sekeliling bedengan, dan buat saluran pembuangan akhir yang bebas hambatan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan inspeksi harian pada lahan dan langsung cabut tanaman kubis yang menunjukkan gejala busuk akar sampai ke bagian akar terdalam.
  2. Perdalam parit drainase di sekeliling bedengan hingga kedalaman minimum 40 cm agar air hujan segera mengalir keluar dari area perakaran.
  3. Taburkan kapur dolomit di sekitar pangkal batang dan bedengan untuk meningkatkan pH tanah serta menekan perkembangan patogen.
  4. Kocorkan suspensi agens hayati mikroba antagonis ke area perakaran tanaman yang masih sehat untuk mencegah penularan penyakit.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kubis yang sudah terkena busuk akar bisa disembuhkan?

Tanaman yang akarnya sudah membusuk parah sulit disembuhkan dan sebaiknya dicabut agar tidak menulari tanaman sehat di sekitarnya.

Mengapa penyakit busuk akar kubis makin ganas saat musim hujan?

Kelembapan tanah yang tinggi dan tingginya genangan air mempercepat penyebaran spora jamur serta bakteri, sekaligus melemahkan sistem perakaran kubis.

Bagaimana cara membedakan busuk akar karena bakteri dan jamur?

Busuk akar akibat bakteri biasanya menghasilkan lendir dan bau membusuk yang sangat menyengat, sedangkan akibat jamur umumnya tidak berbau menyengat tetapi akar tampak menghitam dan kering atau berserabut.

Apakah penggunaan pupuk urea berlebih bisa memicu busuk akar?

Ya, pupuk nitrogen berlebih membuat jaringan tanaman menjadi lunak dan juicy, sehingga lebih rentan ditembus oleh patogen pembusuk akar.

Berapa pH tanah yang aman untuk mencegah akar gada dan busuk akar?

pH tanah yang aman dan ideal untuk tanaman kubis adalah antara 6,0 hingga 7,0.

Lebih lanjut tentang Kubis

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.