Sebagai penyuluh, saya sering mendapati petani langsung menyemprot pestisida kimia saat kubis layu, padahal penyebabnya mungkin sekadar kekurangan air atau gangguan pada perakaran. Di musim kemarau, laju penguapan air dari daun kubis sangat tinggi, sementara ketersediaan air di dalam tanah kian menipis setiap harinya.
Oleh karena itu, penting sekali melakukan diagnosis secara teliti sebelum mengambil tindakan penanganan. Kita perlu memeriksa kondisi batang bagian bawah, struktur akar, hingga pola layu daun apakah terjadi secara perlahan atau mendadak dalam hitungan hari saja.
Mari kita bedah bersama berbagai kemungkinan penyebab kubis layu beserta ciri pembeda dan solusi praktisnya di lapangan. Dengan penanganan yang tepat sasaran, tanaman kubis kita dapat pulih dan hasil panen tetap melimpah.