Kubis, Diagnosis dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Kubis
Kamrun Naher / Pexels

Diagnosis dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Kubis

Identifikasi jenis hama yang menyerang tanaman kubis Anda secara tepat melalui gejala fisik pada daun dan krop untuk menentukan langkah pengendalian yang cepat.

Jawaban singkat

Penanaman kubis di dataran tinggi Indonesia (di atas 800 meter dpl) menghadapi tantangan besar dari serangan hama serangga, baik di musim kemarau (April hingga September) maupun musim hujan (Oktober hingga Maret). Pemantauan rutin setiap 2 hingga 3 hari sangat krusial untuk mendeteksi keberadaan larva sebelum populasi melonjak dan merusak pembentukan krop.

Ringkas: Kubis

Cahaya
Full sun, minimal 6-8 jam sinar matahari langsung per hari.
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat awal tanam, kemudian 1 kali sehari jika tidak hujan. Jaga tanah lembab tapi tidak tergenang.
Musim
Sepanjang tahun, musim kemarau lebih baik.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kubis membutuhkan suhu sejuk dan perawatan rutin untuk hasil maksimal.

Serangan hama utama seperti ulat daun kubis (Plutella xylostella) ditandai dengan bercak transparan menyerupai jendela pada daun bagian bawah. Jika tidak ditangani dalam rentang 5 hingga 7 hari, ulat ini dapat memakan habis jaringan hijau daun dan menyisakan tulang daun saja, terutama saat cuaca panas dan kering.

Selain ulat daun, ulat krop (Crocidolomia pavonana) menyerang titik tumbuh atau bagian tengah tanaman yang mulai membentuk krop pada umur 30 hingga 45 hari setelah tanam. Hama ini meninggalkan benang sutra dan kotoran hitam yang membusuk, sehingga krop tidak dapat berkembang sama sekali dan memicu kegagalan panen.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) harus menerapkan kombinasi penanaman tanaman perangkap seperti sawi di sekeliling bedengan, penggunaan agens hayati Bacillus thuringiensis, serta rotasi tanaman dengan jagung atau kentang setiap 1 hingga 2 musim tanam. Penggunaan pestisida sintetis hendaknya menjadi langkah terakhir dengan mengonsultasikan jenis bahan aktif ke BPP setempat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Ulat Daun Kubis (Plutella xylostella)

Ciri: Daun tampak berlubang transparan seperti jendela kaca, terdapat ulat kecil berwarna hijau muda aktif berukuran 8-10 mm di permukaan bawah daun.

Solusi: Semprotkan agens hayati Bacillus thuringiensis atau ekstrak daun mimba saat larva masih berukuran kecil, serta pasang perangkap kuning berbahan perekat.

Ulat Krop (Crocidolomia pavonana)

Ciri: Titik tumbuh tanaman rusak dan tertutup benang sutra tipis bertabur kotoran hitam, krop gagal terbentuk sempurna.

Solusi: Pangkas dan bakar bagian tanaman yang terinfeksi parah, aplikasikan bio-pestisida secara merata hingga menyerap ke celah krop sebelum pembentukan krop merapat.

Ulat Grayak (Spodoptera litura)

Ciri: Daun berlubang besar tidak beraturan, ulat berkumpul dalam jumlah banyak saat muda dan bersembunyi di dalam tanah pada siang hari.

Solusi: Kumpulkan kelompok telur dan ulat muda secara manual pada pagi hari, balik tanah saat pengolahan lahan untuk memusnahkan kepompong.

Kutu Daun Kubis (Brevicoryne brassicae)

Ciri: Daun mengkerut, menguning, melengkung ke atas, serta tertutup lapisan embun jelaga hitam akibat cairan manis yang dikeluarkan kutu.

Solusi: Semprotkan larutan sabun potasium/petani organik atau manfaatkan musuh alami seperti kumbang koksinel (koksi).

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan (scouting) tanaman kubis secara berkala setiap 3 hari sekali dengan memeriksa 10 hingga 20 sampel tanaman per bedengan.
  2. Kumpulkan dan musnahkan kelompok telur, larva muda, serta daun yang rusak parah secara mekanis pada pagi hari.
  3. Aplikasikan pestisida hayati berbasis Bacillus thuringiensis atau minyak nabati saat ambang kendali populasi hama mulai terlampaui.
  4. Lakukan rotasi tanaman dengan famili non-Brassicaceae seperti jagung, legum, atau cabai setelah satu siklus panen usai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa daun kubis tampak bening seperti kaca film?

Gejala tersebut disebabkan oleh ulat Plutella xylostella instar muda yang memakan jaringan mesofil daun bagian bawah dan menyisakan lapisan epidermis atas.

Apakah tanaman kubis bisa dibudidayakan secara organik tanpa pestisida kimia?

Bisa, dengan menerapkan rotasi tanaman, penanaman tanaman perangkap, pemanfaatan parasitoid Diadegma semiclausum, serta penggunaan bio-pestisida Bacillus thuringiensis.

Bagaimana cara mencegah ulat tanah memotong batang bibit kubis yang baru ditanam?

Lakukan pengolahan tanah yang sempurna dan biarkan tanah terjemur matahari selama 2 minggu sebelum tanam untuk mematikan larva dan kepompong di dalam tanah.

Kapan waktu puncak serangan hama ulat pada kubis terjadi?

Serangan terparah umumnya terjadi pada puncak musim kemarau (Mei hingga September) saat suhu udara hangat dan kelembapan optimal bagi perkembangbiakan ngengat.

Apa yang harus dilakukan jika krop kubis sudah terlanjur dipenuhi kotoran ulat krop?

Pangkas daun luar yang terinfeksi berat, musnahkan jaringan yang rusak, dan fokuskan perlindungan pada tanaman di sekitarnya yang belum terserang.

Lebih lanjut tentang Kubis

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.