Memasuki fase pertumbuhan aktif atau pembentukan daun pada umur 15 sampai 30 hari setelah tanam, berikan tambahan nutrisi nitrogen secara berkala setiap 7 hari sekali dengan cara kocor di sekitar perakaran untuk mempercepat pembentukan lembaran daun yang lebat dan sehat. Pastikan tanah dalam kondisi lembap sebelum pemupukan agar tanaman tidak mengalami stres akibat kepekatan larutan pupuk.
Fase paling krusial terjadi pada saat pembentukan krop atau kepala kubis di umur 35 sampai 60 hari setelah tanam, di mana tanaman sangat membutuhkan asupan kalium dan fosfor yang tinggi untuk memadatkan krop serta mencegah kerentanan terhadap serangan penyakit busuk. Aplikasikan pupuk susulan kedua ini setiap 10 hari sekali dengan dosis terukur sambil melakukan pembumbunan tanah di pangkal batang agar tanaman lebih kokoh.
Menjelang masa panen pada umur 65 hingga 80 hari setelah tanam, hentikan pemberian pupuk kimia dan fokuslah pada pengelolaan air irigasi yang cukup agar krop kubis tidak pecah akibat lonjakan air yang mendadak. Dengan manajemen pemupukan yang disiplin dan tepat waktu ini, petani di dataran tinggi maupun dataran menengah dapat menikmati hasil panen kubis berkualitas super dengan bobot krop yang padat.