Kubis, Panduan Lengkap Pemupukan Kubis per Fase Tumbuh untuk Hasil Optimal
Kamrun Naher / Pexels

Panduan Lengkap Pemupukan Kubis per Fase Tumbuh untuk Hasil Optimal

Pemupukan kubis yang tepat per fase tumbuh sangat menentukan pembentukan krop yang padat, berbobot, dan bebas dari busuk isi.

Jawaban singkat

Kubis (Brassica oleracea) merupakan tanaman sayuran daun berumur pendek sekitar 75 hingga 90 hari setelah tanam (HST) yang membutuhkan asupan hara tinggi, terutama unsur Nitrogen, Phosphor, dan Kalium. Di daerah dataran tinggi Indonesia seperti Lembang atau Berastagi, pemupukan dasar dilakukan 7 hari sebelum tanam menggunakan pupuk kandang sapi atau ayam yang sudah matang sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar, ditambah pupuk tunggal fosfat untuk merangsang perakaran awal.

Ringkas: Kubis

Cahaya
Full sun, minimal 6-8 jam sinar matahari langsung per hari.
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat awal tanam, kemudian 1 kali sehari jika tidak hujan. Jaga tanah lembab tapi tidak tergenang.
Musim
Sepanjang tahun, musim kemarau lebih baik.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kubis membutuhkan suhu sejuk dan perawatan rutin untuk hasil maksimal.

Pada fase vegetatif awal yaitu umur 10 sampai 14 HST, tanaman kubis membutuhkan nitrogen tinggi untuk mendorong pembentukan daun primer secara cepat. Pemberian pupuk susulan pertama diberikan dengan metode kocor atau tugal pada jarak 5 cm dari pangkal batang, sebanyak 3 hingga 5 gram per tanaman. Pada fase ini, ketercukupan air sangat krusial, terutama jika ditanam pada awal musim kemarau dengan penyiraman 1 sampai 2 kali sehari.

Memasuki fase pembentukan krop atau pembungkusan daun pada umur 30 hingga 45 HST, kebutuhan kalium meningkat drastis untuk memastikan krop terisi padat dan tebal. Aplikasi pupuk susulan kedua dan ketiga dilakukan pada umur 30 HST dan 45 HST dengan mengombinasikan unsur Nitrogen dan Kalium tinggi. Penambahan unsur hara mikro seperti Kalsium dan Boron juga diperlukan untuk mencegah penyakit pembusukan tepi daun dan krop pecah.

Pemupukan dihentikan sepenuhnya pada 15 hingga 20 hari sebelum panen (sekitar umur 60 HST) agar residu pupuk berkurang dan krop tidak gampang membusuk saat ditumpuk pascapanen. Di musim hujan, dosis pupuk nitrogen tinggi harus dikurangi dan jarak tugal diperjauh hingga 10 cm dari batang untuk menghindari serangan cendawan dan pembusukan pangkal batang.

Langkah-langkah

  1. Olah tanah secara sempurna dan taburkan pupuk organik matang 10-15 ton per hektar serta pupuk fosfat sebagai pupuk dasar 7 hari sebelum tanam.
  2. Berikan pemupukan susulan I pada 10-14 HST dengan fokus pupuk Nitrogen tinggi secara ditugal 5 cm di samping batang kubis.
  3. Lakukan pemupukan susulan II pada 30 HST dan susulan III pada 45 HST mengombinasikan Nitrogen dan Kalium tinggi untuk memicu pembungkusan krop yang padat.
  4. Semprotkan hara mikro kalsium dan boron pada umur 25-40 HST, lalu hentikan seluruh pemupukan 15-20 hari menjelang panen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memberikan pupuk dasar pada kubis?

Pupuk dasar berupa pupuk organik dan fosfat diberikan saat pengolahan tanah atau pembuatan guludan, sekitar 7 sampai 10 hari sebelum bibit dipindah tanam.

Mengapa krop kubis pecah sebelum dipanen?

Krop pecah biasanya disebabkan oleh fluktuasi penyiraman yang ekstrem, kelebihan pupuk Nitrogen saat pembentukan krop, atau kekurangan unsur Kalsium dan Boron.

Apakah pupuk kocor lebih baik dibanding pupuk tugal?

Pada fase vegetatif awal (10-14 HST), pemupukan kocor lebih cepat diserap akar. Namun pada fase pembentukan krop, pemupukan tugal memberikan ketersediaan hara yang lebih stabil.

Apa tanda kubis kelebihan pupuk Nitrogen?

Daun menjadi sangat hijau tua, lembek, rentan terserang hama ulat, serta krop yang dihasilkan lunak dan cepat membusuk.

Bolehkah memupuk kubis saat hujan lebat?

Hindari memupuk saat hujan lebat karena pupuk akan hanyut. Lakukan pemupukan tugal lalu tutup tanah rapat-rapat saat kondisi tanah basah lembap, bukan tergenang.

Lebih lanjut tentang Kubis

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.