Pada fase vegetatif awal yaitu umur 10 sampai 14 HST, tanaman kubis membutuhkan nitrogen tinggi untuk mendorong pembentukan daun primer secara cepat. Pemberian pupuk susulan pertama diberikan dengan metode kocor atau tugal pada jarak 5 cm dari pangkal batang, sebanyak 3 hingga 5 gram per tanaman. Pada fase ini, ketercukupan air sangat krusial, terutama jika ditanam pada awal musim kemarau dengan penyiraman 1 sampai 2 kali sehari.
Memasuki fase pembentukan krop atau pembungkusan daun pada umur 30 hingga 45 HST, kebutuhan kalium meningkat drastis untuk memastikan krop terisi padat dan tebal. Aplikasi pupuk susulan kedua dan ketiga dilakukan pada umur 30 HST dan 45 HST dengan mengombinasikan unsur Nitrogen dan Kalium tinggi. Penambahan unsur hara mikro seperti Kalsium dan Boron juga diperlukan untuk mencegah penyakit pembusukan tepi daun dan krop pecah.
Pemupukan dihentikan sepenuhnya pada 15 hingga 20 hari sebelum panen (sekitar umur 60 HST) agar residu pupuk berkurang dan krop tidak gampang membusuk saat ditumpuk pascapanen. Di musim hujan, dosis pupuk nitrogen tinggi harus dikurangi dan jarak tugal diperjauh hingga 10 cm dari batang untuk menghindari serangan cendawan dan pembusukan pangkal batang.






