Penyiraman kubis harus dilakukan secara konsisten untuk menjaga kelembapan tanah tanpa membuatnya tergenang. Pada fase awal pertumbuhan hingga umur 3 minggu setelah tanam, lakukan penyiraman 1 sampai 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Memasuki fase pembentukan krop pada umur 4 minggu ke atas, frekuensi penyiraman dapat disesuaikan menjadi 2 hari sekali pada musim kemarau, namun pastikan drainase bedengan lancar saat musim hujan agar akar tidak membusuk.
Pemupukan susulan sangat menentukan kepadatan krop kubis. Berikan pupuk NPK berimbang pada umur 14, 28, dan 42 hari setelah tanam dengan dosis 5 hingga 10 gram per tanaman yang dikocorkan di sekeliling tajuk. Lakukan pembumbunan atau penimbunan tanah di pangkal batang bersamaan dengan pemupukan kedua untuk memperkuat perakaran dan menopang bobot krop yang makin membesar.
Pengendalian hama dan penyakit merupakan kunci keberhasilan panen kubis di daerah tropis. Hama utama seperti ulat krop dan ulat daun sering menyerang pada musim kemarau, sedangkan penyakit busuk lunak dan akar gada rentan meletup pada musim hujan. Lakukan pergiliran tanaman dengan jenis non-Brassicaceae setiap satu musim sekali dan gunakan mulsa plastik perak untuk memantulkan sinar matahari guna menghalau serangga perusak.






