Kubis, Cara Merawat Kubis Agar Subur, Sehat, dan Krop Padat
Kamrun Naher / Pexels

Cara Merawat Kubis Agar Subur, Sehat, dan Krop Padat

Merawat kubis agar menghasilkan krop padat dan sehat memerlukan penyiraman teratur, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama secara berkala.

Jawaban singkat

Budidaya kubis (Brassica oleracea) memerlukan perhatian khusus pada kondisi lingkungan dan media tanam. Tanaman ini tumbuh paling optimal di dataran tinggi dengan ketinggian di atas 800 meter di atas permukaan laut dan suhu udara 15 hingga 20 derajat Celsius, meskipun saat ini sudah tersedia varietas hibrida untuk dataran rendah. Persiapan lahan dilakukan dengan membajak tanah sedalam 30 cm, membentuk bedengan setinggi 30 cm di musim kemarau atau 40 cm di musim hujan, serta menambahkan 1 kg pupuk kandang matang per lubang tanam.

Ringkas: Kubis

Cahaya
Full sun, minimal 6-8 jam sinar matahari langsung per hari.
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat awal tanam, kemudian 1 kali sehari jika tidak hujan. Jaga tanah lembab tapi tidak tergenang.
Musim
Sepanjang tahun, musim kemarau lebih baik.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kubis membutuhkan suhu sejuk dan perawatan rutin untuk hasil maksimal.

Penyiraman kubis harus dilakukan secara konsisten untuk menjaga kelembapan tanah tanpa membuatnya tergenang. Pada fase awal pertumbuhan hingga umur 3 minggu setelah tanam, lakukan penyiraman 1 sampai 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Memasuki fase pembentukan krop pada umur 4 minggu ke atas, frekuensi penyiraman dapat disesuaikan menjadi 2 hari sekali pada musim kemarau, namun pastikan drainase bedengan lancar saat musim hujan agar akar tidak membusuk.

Pemupukan susulan sangat menentukan kepadatan krop kubis. Berikan pupuk NPK berimbang pada umur 14, 28, dan 42 hari setelah tanam dengan dosis 5 hingga 10 gram per tanaman yang dikocorkan di sekeliling tajuk. Lakukan pembumbunan atau penimbunan tanah di pangkal batang bersamaan dengan pemupukan kedua untuk memperkuat perakaran dan menopang bobot krop yang makin membesar.

Pengendalian hama dan penyakit merupakan kunci keberhasilan panen kubis di daerah tropis. Hama utama seperti ulat krop dan ulat daun sering menyerang pada musim kemarau, sedangkan penyakit busuk lunak dan akar gada rentan meletup pada musim hujan. Lakukan pergiliran tanaman dengan jenis non-Brassicaceae setiap satu musim sekali dan gunakan mulsa plastik perak untuk memantulkan sinar matahari guna menghalau serangga perusak.

Langkah-langkah

  1. Olah tanah bedengan secara merata, campurkan pupuk kompos atau pupuk kandang matang, dan biarkan lahan selama 7 sampai 10 hari sebelum ditanami.
  2. Pindahkan bibit kubis yang sudah berumur 3 sampai 4 minggu (memiliki 4-5 helai daun) ke bedengan dengan jarak tanam 50x60 cm pada pagi atau sore hari.
  3. Lakukan penyiraman rutin setiap pagi, serta berikan pemupukan susulan NPK pada interval umur 2, 4, dan 6 minggu setelah tanam.
  4. Lakukan penyiangan gulma dan pembumbunan tanah ke pangkal batang pada umur 30 hari untuk memperkuat berdirinya tanaman dan memicu pembentukan krop.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama kubis bisa dipanen sejak ditanam?

Kubis umumnya dapat dipanen pada umur 75 hingga 90 hari setelah pindah tanam, tergantung pada varietas dan ketinggian lokasi penanaman.

Apakah kubis bisa ditanam di dataran rendah?

Bisa, pilih varietas kubis hibrida khusus dataran rendah yang tahan suhu panas dan pastikan kecukupan air serta naungan parsial jika suhu terlalu terik.

Mengapa krop kubis bisa pecah sebelum dipanen?

Krop pecah biasanya disebabkan oleh fluktuasi penyiraman yang drastis, seperti hujan lebat yang tiba-tiba datang setelah periode kekeringan panjang, atau akibat pemanenan yang terlambat.

Bagaimana cara mengetahui kubis sudah siap panen?

Kubis siap panen ditandai dengan krop yang sudah berukuran maksimal, terasa sangat padat dan keras saat ditekan, serta daun luar mulai melengkung keluar.

Lebih lanjut tentang Kubis

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.