Setelah tanam, lakukan penyiraman rutin 2 kali sehari (pagi dan sore) pada musim kemarau, dan 1 kali sehari saat musim hujan. Beri mulsa jerami atau plastik hitam perak untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma. Lakukan pemupukan susulan setiap 2 minggu dengan pupuk cair organik atau NPK 16-16-16 dengan dosis 5-10 gram per tanaman. Jangan lupa membumbun tanah di pangkal batang agar tanaman kokoh dan tidak rebah.
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu. Hama utama adalah ulat daun (Plutella xylostella) dan kutu daun (Brevicoryne brassicae). Gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau serai wangi setiap 5-7 hari. Untuk penyakit busuk daun (Phytophthora) dan akar gada (Plasmodiophora), pastikan drainase baik dan rotasi tanaman dengan non-kubis minimal 2 musim. Segera cabut tanaman yang terinfeksi berat dan bakar.
Kubis dapat dipanen setelah 60-90 hari tergantung varietas. Ciri siap panen: krop padat, daun luar mulai menguning, dan ukuran sesuai permintaan pasar. Panen pagi hari dengan memotong batang di bawah krop menggunakan pisau tajam. Simpan di tempat teduh dan segera pasarkan. Untuk hasil optimal, tanam di awal musim kemarau (April-Mei) atau akhir musim hujan (September-Oktober).