Kubis, Panduan Diagnosis dan Solusi Daun Kubis Keriting di Musim Kemarau
Kamrun Naher / Pexels

Panduan Diagnosis dan Solusi Daun Kubis Keriting di Musim Kemarau

Daun kubis yang keriting dan menggulung pada musim kemarau umumnya disebabkan oleh serangan hama pengisap cairan seperti kutu daun, cekaman kekeringan, hingga defisiensi kalsium.

Jawaban singkat

Masalah daun kubis keriting sering memuncak saat musim kemarau di wilayah dataran tinggi maupun menengah Indonesia. Tingginya suhu udara dan kelembapan yang rendah memicu lonjakan populasi hama pengisap cairan seperti kutu daun (Aphis brassicae) dan thrips. Hama ini mengisap cairan sel pada daun muda yang sedang tumbuh, sehingga pembelahan sel tidak merata dan menyebabkan helaian daun mengeriting, menggulung, serta terhambat pembentukan kropnya.

Ringkas: Kubis

Cahaya
Full sun, minimal 6-8 jam sinar matahari langsung per hari.
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat awal tanam, kemudian 1 kali sehari jika tidak hujan. Jaga tanah lembab tapi tidak tergenang.
Musim
Sepanjang tahun, musim kemarau lebih baik.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kubis membutuhkan suhu sejuk dan perawatan rutin untuk hasil maksimal.

Untuk mengatasi cekaman lingkungan selama musim kemarau, tingkatkan frekuensi penyiraman menjadi dua kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00 dan sore hari pukul 15.30 hingga 17.00. Berikan volume air sekitar 500 ml hingga 1 liter per tanaman secara merata di area perakaran. Penutupan guludan menggunakan mulsa jerami padi setebal 5 hingga 10 cm atau mulsa plastik hitam perak sangat efektif menekan penguapan air tanah dan menjaga suhu perakaran tetap stabil.

Aspek pemupukan juga memegang peranan krusial dalam memulihkan kelainan struktur daun. Aplikasikan pupuk organik matang sebanyak 2 hingga 3 kg per meter persegi saat pengolahan tanah dan penuhi kebutuhan kalsium untuk memperkuat dinding sel tanaman. Kekurangan kalsium saat laju transpirasi tinggi di musim kemarau sering kali menyebabkan ujung daun muda melengkung keriting dan mengalami gejala tip burn atau gosong ujung.

Pengendalian hama secara terpadu harus dilakukan sejak dini sebelum krop kubis terbentuk sempurna. Pasang perangkap kuning berperekat sebanyak 15 hingga 20 unit per hektar untuk memantau populasi kutu daun dan thrips. Semprotkan agens hayati atau ekstrak nabati berbahan dasar daun mimba atau bawang putih dengan interval 3 hingga 5 hari sekali, serta pangkas bagian daun yang terinfeksi parah agar tidak menular ke tanaman sehat lainnya.

Penyebab & Cara Mengatasi

Serangan Kutu Daun (Aphis brassicae)

Ciri: Daun mengeriting ke dalam, keriput, terdapat bercak melingkar kuning, dan ditemukan koloni serangga kecil hijau atau hitam beserta cairan embun madu yang lengket di bawah daun.

Solusi: Semprotkan ekstrak nabati mimba atau sabun kalium, pasang perangkap kuning berperekat, dan pangkas daun yang terserang berat.

Serangan Hama Thrips

Ciri: Daun menggulung ke atas, permukaan bawah daun berwarna keperakan atau kecokelatan akibat parutan hama, serta pertumbuhan daun menjadi kerdil.

Solusi: Jaga kelembapan lahan dengan mulsa, aplikasikan agens hayati Beauveria bassiana, dan kurangi penggunaan pupuk Nitrogen berlebih.

Defisiensi Kalsium (Tip Burn)

Ciri: Tepi dan ujung daun muda melengkung keriting, membusuk atau mengering berwarna cokelat hitam, sementara tulang daun tetap hijau.

Solusi: Berikan kapur pertanian (dolomit) saat olah tanah untuk menaikkan pH dan semprotkan pupuk kalsium cair khusus daun sesuai aturan.

Infeksi Virus Mosaik (TuMV)

Ciri: Daun keriting tidak teratur dengan pola bercak hijau muda dan hijau tua (mosaik), tanaman sangat kerdil, dan krop tidak terbentuk.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi virus karena tidak dapat disembuhkan, serta kendalikan serangga vektornya.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemeriksaan rutin pada permukaan bawah daun kubis setiap pagi untuk mengidentifikasi keberadaan hama pengisap.
  2. Atur jadwal penyiraman secara teratur 2 kali sehari di musim kemarau agar tanaman tidak mengalami cekaman kekeringan.
  3. Pasang perangkap perekat kuning di sekeliling area pertanaman kubis untuk memutus siklus hidup hama dewasa.
  4. Aplikasikan pupuk kalsium dan pembenah tanah jika dijumpai tanda-tanda kerusakan tepi daun akibat kekurangan hara.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun kubis yang sudah keriting bisa kembali normal?

Daun muda yang baru tumbuh bisa kembali normal jika penyebab keriting segera ditangani, namun daun lama yang sudah rusak parah tidak bisa pulih sempurna.

Mengapa daun kubis keriting makin parah di musim kemarau?

Suhu tinggi dan kelembapan rendah mempercepat perkembangbiakan hama pengisap seperti kutu daun, sekaligus memicu transpirasi cepat yang memicu kekeringan dan defisiensi kalsium.

Apakah pupuk kandang bisa mencegah daun kubis keriting?

Pupuk kandang yang matang memperbaiki struktur tanah dan retensi air sehingga mengurangi cekaman kekeringan, namun tetap perlu dikombinasikan dengan pengendalian hama.

Bagaimana cara membedakan keriting akibat hama dan akibat virus?

Keriting akibat hama biasanya disertai koloni serangga atau cairan lengket, sedangkan akibat virus disertai pola bercak belang hijau muda-tua (mosaik) dan tanaman kerdil permanen.

Lebih lanjut tentang Kubis

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.