Gunakan umbi bibit bersertifikat berukuran 30 hingga 50 gram yang sudah bertunas sepanjang 1 hingga 2 cm. Olah tanah gembur seluas 100 meter persegi dengan mencampurkan 200 kg pupuk kandang matang dan buat gundukan bedengan setinggi 30 cm serta lebar 80 cm. Jarak tanam ideal adalah 30 cm antar tanaman dalam barisan dan 70 cm antar barisan bedengan untuk menjamin sirkulasi udara yang baik.
Lakukan penyiraman tanaman kentang setiap 2 hingga 3 hari sekali pada pagi hari pukul 07.00 di musim kemarau. Pembumbunan tanah pertama wajib dilakukan pada umur 30 hari setelah tanam (HST) dan pembumbunan kedua pada umur 60 HST untuk menutup umbi yang pembesarannya menembus permukaan tanah. Pemupukan susulan berunsur NPK berimbang diberikan pada umur 20 HST dan 45 HST.
Tanaman kentang siap dipanen pada umur 90 hingga 120 HST tergantung varietas, yang ditandai dengan daun dan batang bagian atas menguning serta mengering hingga 75 persen. Pembongkaran tanah dilakukan secara perlahan menggunakan garpu kayu atau cangkul tumpul pada pagi hari saat cuaca cerah, dilanjutkan dengan penganginan umbi selama 3 hingga 4 hari di tempat teduh sebelum disimpan.






