Kentang, Cara Menanam Kentang dari Awal sampai Panen
Engin Akyurt / Pexels

Cara Menanam Kentang dari Awal sampai Panen

Panduan lengkap menanam kentang di dataran tinggi Indonesia mulai dari pemilihan umbi bibit, pengolahan tanah, pembumbunan, hingga masa panen pada umur 90 hingga 120 hari.

Jawaban singkat

Kentang tumbuh optimal di dataran tinggi dengan ketinggian 1.000 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), suhu dingin 15 hingga 20 derajat Celsius, serta curah hujan 1.500 hingga 2.500 mm per tahun. Penanaman ideal dilakukan pada awal musim kemarau antara bulan April dan Mei atau pada akhir musim hujan di bulan Oktober hingga November untuk menghindari pembusukan umbi akibat genangan air berlebih di dalam tanah.

Ringkas: Kentang

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 hingga 8 jam sehari
Penyiraman
Penyiraman rutin secukupnya, hindari genangan air
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Sangat sensitif terhadap kelembapan tinggi dan drainase buruk

Gunakan umbi bibit bersertifikat berukuran 30 hingga 50 gram yang sudah bertunas sepanjang 1 hingga 2 cm. Olah tanah gembur seluas 100 meter persegi dengan mencampurkan 200 kg pupuk kandang matang dan buat gundukan bedengan setinggi 30 cm serta lebar 80 cm. Jarak tanam ideal adalah 30 cm antar tanaman dalam barisan dan 70 cm antar barisan bedengan untuk menjamin sirkulasi udara yang baik.

Lakukan penyiraman tanaman kentang setiap 2 hingga 3 hari sekali pada pagi hari pukul 07.00 di musim kemarau. Pembumbunan tanah pertama wajib dilakukan pada umur 30 hari setelah tanam (HST) dan pembumbunan kedua pada umur 60 HST untuk menutup umbi yang pembesarannya menembus permukaan tanah. Pemupukan susulan berunsur NPK berimbang diberikan pada umur 20 HST dan 45 HST.

Tanaman kentang siap dipanen pada umur 90 hingga 120 HST tergantung varietas, yang ditandai dengan daun dan batang bagian atas menguning serta mengering hingga 75 persen. Pembongkaran tanah dilakukan secara perlahan menggunakan garpu kayu atau cangkul tumpul pada pagi hari saat cuaca cerah, dilanjutkan dengan penganginan umbi selama 3 hingga 4 hari di tempat teduh sebelum disimpan.

Langkah-langkah

  1. Pilih umbi bibit unggul bersertifikat yang sudah bertunas 1-2 cm dan bebas dari cacat atau penyakit.
  2. Gemburkan tanah hingga kedalaman 30 cm, campurkan pupuk organik matang, lalu buat bedengan setinggi 30 cm.
  3. Tanam umbi bibit pada kedalaman 7-10 cm dengan posisi tunas menghadap ke atas, lalu tutup kembali dengan tanah halus.
  4. Lakukan pembumbunan tanah pada umur 30 HST dan 60 HST bersamaan dengan penyiangan gulma dan pemupukan susulan.
  5. Panen umbi kentang saat tanaman menguning 75 persen dengan cara menggali tanah secara hati-hati di sekitar gundukan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kentang bisa ditanam di dataran rendah?

Kentang dapat tumbuh di dataran rendah namun pembentukan umbinya sangat minim dan ukurannya kecil karena membutuhkan suhu malam yang dingin.

Mengapa umbi kentang bisa berwarna hijau?

Warna hijau disebabkan oleh paparan sinar matahari langsung yang memicu pembentukan klorofil dan racun solanin pada umbi.

Berapa kali pembumbunan harus dilakukan dalam satu masa tanam?

Pembumbunan dilakukan minimal 2 kali, yaitu pada umur 30 hari dan 60 hari setelah tanam.

Bisakah kita menanam kentang menggunakan kentang konsumsi dari pasar?

Bisa, namun risikonya tinggi terinfeksi penyakit tular tanah. Disarankan menggunakan bibit bersertifikat untuk hasil optimal.

Berapa lama kentang hasil panen dapat disimpan?

Jika disimpan di tempat yang gelap, kering, dan berventilasi baik pada suhu ruangan, kentang dapat bertahan hingga 2-3 bulan.

Lebih lanjut tentang Kentang

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.