Panduan Pemupukan Kentang yang Tepat per Fase

Pupuk kentang harus disesuaikan fase tumbuh agar umbi optimal, mulai dari tanam hingga panen.

Jawaban singkat

Pemupukan kentang di Indonesia perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan karena kebutuhan hara berbeda tiap fase. Secara umum, kentang membutuhkan nitrogen (N) tinggi saat vegetatif, fosfor (P) untuk pembentukan umbi, dan kalium (K) untuk pengisian umbi. Pupuk dasar diberikan saat tanam, lalu susulan pada fase vegetatif dan pembentukan umbi. Dosis pupuk harus disesuaikan dengan hasil uji tanah setempat; konsultasi dengan penyuluh BPP setempat sangat dianjurkan.

Ringkas: Kentang

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 hingga 8 jam sehari
Penyiraman
Penyiraman rutin secukupnya, hindari genangan air
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Sangat sensitif terhadap kelembapan tinggi dan drainase buruk

Fase 1: Persiapan dan Tanam (0-14 HST). Sebelum tanam, aplikasi pupuk dasar berupa pupuk organik (misal kompos atau pupuk kandang) sebanyak 10-20 ton/ha. Tambahkan pupuk NPK 15-15-15 atau setara dengan dosis sekitar 300-400 kg/ha, atau sesuai rekomendasi setempat. Pupuk diberikan di alur tanam atau lubang tanam, lalu ditutup tanah. Jika perlu tambahkan pupuk mikro seperti Zn dan B sesuai anjuran.

Fase 2: Vegetatif (15-45 HST). Pada fase ini tanaman membutuhkan N tinggi untuk pertumbuhan daun dan batang. Lakukan pemupukan susulan pertama sekitar 15-20 HST dengan pupuk urea (46% N) sebanyak 100-150 kg/ha. Bisa juga menggunakan NPK dengan N tinggi. Pemupukan dilakukan di samping barisan tanaman, kemudian ditutup tanah. Pastikan tanah lembab agar pupuk cepat larut.

Fase 3: Pembentukan dan Pengisian Umbi (45-75 HST). Fase ini kritis, butuh P dan K tinggi. Berikan pupuk susulan kedua berupa NPK dengan rasio K tinggi, misal NPK 16-16-16 atau khusus kentang, dosis 200-300 kg/ha. Tambahkan KCl (50-100 kg/ha) jika perlu. Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal atau dilarik di antara barisan. Hindari pemupukan N berlebihan karena akan memicu pertumbuhan daun berlebihan dan menghambat umbi.

Langkah-langkah

  1. Lakukan analisis tanah sebelum tanam untuk mengetahui status hara dan pH tanah.
  2. Berikan pupuk dasar saat tanam: pupuk organik 10-20 ton/ha dan NPK 300-400 kg/ha.
  3. Susulan pertama pada 15-20 HST: pupuk urea 100-150 kg/ha atau NPK tinggi N.
  4. Susulan kedua pada 45-50 HST: pupuk NPK tinggi K (misal 16-16-16) 200-300 kg/ha dan KCl 50-100 kg/ha.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik pemupukan susulan kentang?

Susulan pertama saat tanaman berumur 15-20 hari setelah tanam (HST) dan susulan kedua saat 45-50 HST, sesuai fase vegetatif dan pembentukan umbi.

Apa yang terjadi jika kentang kelebihan pupuk nitrogen?

Kelebihan N menyebabkan pertumbuhan daun lebat, umbi kecil, dan rentan penyakit busuk umbi karena kadar air tinggi.

Apakah perlu pupuk mikro untuk kentang?

Ya, terutama seng (Zn) dan boron (B) penting untuk pertumbuhan umbi. Tambahkan sesuai hasil uji tanah atau gunakan pupuk mikro 5-10 kg/ha.

Bolehkah menggunakan pupuk kandang segar?

Sebaiknya gunakan pupuk kandang matang (sudah dikomposkan) untuk menghindari patogen dan gulma. Aplikasi 2-4 minggu sebelum tanam.

Bagaimana jika tanah masam (pH rendah)?

Lakukan pengapuran dengan dolomit (1-2 ton/ha) 2-4 minggu sebelum tanam untuk menaikkan pH hingga 5,5-6,5.

Apakah pemupukan lewat daun efektif untuk kentang?

Pupuk daun berguna sebagai suplemen, terutama saat defisiensi mikro. Namun tidak menggantikan pupuk dasar dan susulan yang diberikan ke tanah.

Lebih lanjut tentang Kentang

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.