Fase 1: Persiapan dan Tanam (0-14 HST). Sebelum tanam, aplikasi pupuk dasar berupa pupuk organik (misal kompos atau pupuk kandang) sebanyak 10-20 ton/ha. Tambahkan pupuk NPK 15-15-15 atau setara dengan dosis sekitar 300-400 kg/ha, atau sesuai rekomendasi setempat. Pupuk diberikan di alur tanam atau lubang tanam, lalu ditutup tanah. Jika perlu tambahkan pupuk mikro seperti Zn dan B sesuai anjuran.
Fase 2: Vegetatif (15-45 HST). Pada fase ini tanaman membutuhkan N tinggi untuk pertumbuhan daun dan batang. Lakukan pemupukan susulan pertama sekitar 15-20 HST dengan pupuk urea (46% N) sebanyak 100-150 kg/ha. Bisa juga menggunakan NPK dengan N tinggi. Pemupukan dilakukan di samping barisan tanaman, kemudian ditutup tanah. Pastikan tanah lembab agar pupuk cepat larut.
Fase 3: Pembentukan dan Pengisian Umbi (45-75 HST). Fase ini kritis, butuh P dan K tinggi. Berikan pupuk susulan kedua berupa NPK dengan rasio K tinggi, misal NPK 16-16-16 atau khusus kentang, dosis 200-300 kg/ha. Tambahkan KCl (50-100 kg/ha) jika perlu. Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal atau dilarik di antara barisan. Hindari pemupukan N berlebihan karena akan memicu pertumbuhan daun berlebihan dan menghambat umbi.