Penyakit utama yang paling sering menyerang tanaman kentang pada musim penghujan adalah busuk daun yang disebabkan oleh jamur tular udara, serta layu bakteri yang menyerang sistem pembuluh. Kedua masalah ini memiliki gejala awal yang hampir serupa, yaitu penurunan vigor tanaman secara drastis, namun memerlukan penanganan yang sangat berbeda. Kesalahan dalam mengenali penyebab utama justru akan memperparah kerusakan lahan dan merugikan secara ekonomi.
Sebagai langkah pencegahan preventif, pekebun dianjurkan untuk mengatur jarak tanam lebih renggang, yakni minimal 40x70 cm, guna memperlancar sirkulasi udara di antara kanopi tanaman. Selain itu, pembuatan salurandrainase yang baik di sekitar bedengan mutlak diperlukan agar air hujan tidak menggenang dan merendam akar kentang lebih dari dua jam. Sanitasi kebun dengan membersihkan gulma dan sisa tanaman sakit juga memangkas sumber infeksi sekunder.
Jika gejala penyakit mulai muncul, tindakan kuratif harus segera diambil dengan memangkas bagian tanaman yang terinfeksi berat dan membakarnya agar tidak menular. Pemanfaatan agens hayati pengendali patogen dan penerapan rotasi tanaman dengan jenis non-solanaceae selama dua hingga tiga musim sangat membantu memutus siklus hidup hama. Selalu konsultasikan jenis bahan aktif yang tepat kepada petugas penyuluh lapang setempat demi keamanan lingkungan.