Dua ancaman utama yang sering membingungkan petani adalah penyakit busuk daun yang disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans dan layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Penyakit busuk daun sangat menyukai suhu dingin berkisar 15 sampai 20 derajat Celsius yang disertai kabut tebal, sementara layu bakteri lebih cepat berkembang pada tanah lembap yang hangat. Mengidentifikasi gejala pembeda sejak dini di lapangan menjadi kunci utama tindakan penyelamatan tanaman sebelum patogen menyebar ke seluruh blok pertanaman.
Pencegahan penyakit kentang di musim hujan diawali dari penataan lingkungan tumbuh yang memadai melalui pembuatan guludan setinggi 30 hingga 40 cm dan jarak tanam yang ideal yaitu 25x70 cm. Jarak yang cukup akan mempermudah sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman sehingga daun lebih cepat kering setelah terkena air hujan. Selain itu, pembuatan saluran drainase pembuangan air dengan kedalaman minimal 40 cm di sekeliling bedengan sangat krusial untuk mencegah terjadinya genangan air yang memicu kebusukan akar dan umbi.
Pengendalian penyakit secara terpadu harus menerapkan prinsip sanitasi lahan ketat dengan membersihkan sisa-sisa tanaman sakit dan gulma host alternatif setiap 3 hari sekali. Lakukan juga tindakan rotasi tanaman menggunakan tanaman non-Solanaceae seperti jagung atau kacang-kacangan selama 2 sampai 3 musim tanam berturut-turut untuk memutuskan siklus hidup patogen tanah. Pemantauan rutin pada pagi hari akan membantu Anda mendeteksi bercak awal pada daun bawah sebelum infeksi meluas ke seluruh pertanaman.






