Penyebab pertama adalah jamur Phytophthora infestans, penyebab penyakit busuk daun dan umbi. Ciri khas: bercak cokelat pada daun dengan tepi kuning, dan pada akar/umbi muncul bercak cokelat kebasahan yang meluas. Penyebab kedua adalah jamur Fusarium spp., yang menyebabkan layu fusarium. Ciri: daun layu satu sisi, batang terpotong jika dibelah terlihat cincin cokelat, dan akar busuk kering. Penyebab ketiga adalah bakteri Ralstonia solanacearum (layu bakteri). Ciri: layu mendadak tanpa menguning, potongan batang mengeluarkan lendir putih keruh saat direndam air. Penyebab keempat adalah nematoda bengkak akar (Meloidogyne spp.). Ciri: akar membentuk puru (bintil) kecil, tanaman kerdil, daun menguning.
Untuk mengatasi, pertama pastikan drainase lahan baik. Buat bedengan tinggi (30-40 cm) dan saluran air keluar. Gunakan varietas tahan seperti Granola atau Atlantik. Jika terlanjur terserang, lakukan rotasi tanaman dengan bukan solanaceae (padi, jagung, kacang-kacangan) minimal 2 musim. Cabut dan musnahkan tanaman sakit dengan dibakar atau dikubur dalam kapur. Untuk bakteri, hindari penggunaan alat pertanian yang terkontaminasi. Untuk nematoda, gunakan pupuk hijau atau tanaman perangkap seperti marigold.
Gunakan mulsa jerami atau plastik hitam perak untuk menekan percikan air hujan yang membawa patogen. Siram dengan air bersih dan jangan terlalu sering; siram hanya saat tanah mulai kering. Aplikasi fungisida atau bakterisida hanya jika perlu dan sesuai rekomendasi BPP setempat. Pantau kelembaban tanah dengan memasukkan jari; jika lembap, tunda penyiraman. Lakukan pengamatan rutin setiap 3 hari sekali, terutama setelah hujan.