Patogen utama penyebab kebusukan ini meliputi cendawan Phytophthora infestans, Fusarium spp., serta bakteri Pectobacterium carotovorum. Pada tingkat kelembapan tanah yang melebihi 85% dan derajat keasaman (pH) tanah di bawah 5,5, patogen-patogen tersebut dapat merusak jaringan akar dan umbi kentang secara masif hanya dalam rentang waktu 48 hingga 72 jam setelah infeksi awal.
Pencegahan efektif dapat dilakukan melalui pembuatan bedengan setinggi 40 hingga 50 cm, lebar 80 hingga 100 cm, dan jarak tanam teratur 30x70 cm. Penataan parit drainase dengan kedalaman minimal 40 cm sangat vital untuk memastikan air hujan langsung mengalir keluar lahan dan tidak menggenangi zona perakaran kentang.
Aplikasi bahan organik matang sebanyak 10 hingga 20 ton per hektar yang dikombinasikan dengan agens hayati Trichoderma spp. pada 14 hari sebelum tanam mampu memperbaiki struktur aerasi tanah. Monitoring lahan secara rutin setiap 2 hingga 3 hari sekali diperlukan untuk mendeteksi gejala awal dan segera melakukan tindakan sanitasi tanaman yang terinfeksi.






