Penyiraman harus dilakukan secara teratur sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu pada fase awal pertumbuhan hingga pembentukan umbi, terutama jika menanam di awal musim kemarau. Pastikan drainase lahan berfungsi dengan baik karena genangan air dapat menyebabkan umbi membusuk dalam waktu 24 hingga 48 jam. Pengurangan debit air dilakukan 2 minggu sebelum panen untuk memperkuat kulit umbi.
Trik utama dalam cara merawat kentang adalah proses pembumbunan tanah yang dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali, yaitu pada umur 20, 40, dan 60 hari setelah tanam. Pembumbunan tanah setinggi 10 hingga 15 cm di sekitar pangkal batang bertujuan untuk menutupi umbi muda dari paparan sinar matahari langsung. Paparan sinar matahari akan memicu racun solanin yang membuat umbi berwarna hijau dan terasa pahit.
Pemupukan susulan berunsur NPK dapat berikan pada umur 21 dan 45 hari setelah tanam untuk memicu pembesaran umbi. Selalu jaga kebersihan lahan dari gulma dan periksa gejala busuk daun yang sering muncul pada musim hujan. Masa panen kentang biasanya jatuh pada umur 80 hingga 100 hari setelah tanam, ditandai dengan daun tanaman yang mulai menguning dan mengering.






