Kentang, Cara Merawat Kentang Agar Subur & Sehat - Panduan Lengkap
Engin Akyurt / Pexels

Cara Merawat Kentang Agar Subur & Sehat - Panduan Lengkap

Merawat tanaman kentang agar menghasilkan umbi yang berukuran besar, sehat, dan bebas racun memerlukan kombinasi pembumbunan tanah yang tepat, kecukupan air, serta pemupukan yang seimbang.

Jawaban singkat

Tanaman kentang membutuhkan perawatan intensif di wilayah dataran tinggi dengan ketinggian di atas 1000 meter di atas permukaan laut agar dapat menghasilkan umbi yang berukuran besar dan padat. Media tanam yang gembur dengan pH 5,5 hingga 6,5 sangat ideal untuk mendukung pertumbuhan umbi tanpa hambatan. Sebelum menanam, berikan pupuk kandang matang sebanyak 1,5 sampai 2 kilogram per meter persegi untuk memperbaiki struktur tanah.

Ringkas: Kentang

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 hingga 8 jam sehari
Penyiraman
Penyiraman rutin secukupnya, hindari genangan air
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Sangat sensitif terhadap kelembapan tinggi dan drainase buruk

Penyiraman harus dilakukan secara teratur sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu pada fase awal pertumbuhan hingga pembentukan umbi, terutama jika menanam di awal musim kemarau. Pastikan drainase lahan berfungsi dengan baik karena genangan air dapat menyebabkan umbi membusuk dalam waktu 24 hingga 48 jam. Pengurangan debit air dilakukan 2 minggu sebelum panen untuk memperkuat kulit umbi.

Trik utama dalam cara merawat kentang adalah proses pembumbunan tanah yang dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali, yaitu pada umur 20, 40, dan 60 hari setelah tanam. Pembumbunan tanah setinggi 10 hingga 15 cm di sekitar pangkal batang bertujuan untuk menutupi umbi muda dari paparan sinar matahari langsung. Paparan sinar matahari akan memicu racun solanin yang membuat umbi berwarna hijau dan terasa pahit.

Pemupukan susulan berunsur NPK dapat berikan pada umur 21 dan 45 hari setelah tanam untuk memicu pembesaran umbi. Selalu jaga kebersihan lahan dari gulma dan periksa gejala busuk daun yang sering muncul pada musim hujan. Masa panen kentang biasanya jatuh pada umur 80 hingga 100 hari setelah tanam, ditandai dengan daun tanaman yang mulai menguning dan mengering.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pembumbunan tanah secara berkala pada umur 20, 40, dan 60 hari setelah tanam untuk menutup umbi.
  2. Atur jadwal penyiraman 2 hingga 3 kali seminggu dan pastikan saluran drainase tidak tersumbat.
  3. Berikan pupuk susulan NPK pada usia 3 dan 6 minggu setelah tanam untuk mengoptimalkan pembentukan umbi.
  4. Bersihkan gulma di sekitar piringan tanaman dan pantau serangan hama secara berkala.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali kentang harus disiram dalam sehari?

Penyiraman cukup dilakukan 1 kali sehari pada pagi hari atau 2-3 kali seminggu tergantung kelembapan tanah.

Mengapa tanah tanaman kentang perlu dibumbun?

Pembumbunan melindungi umbi dari sinar matahari agar tidak menghijau dan beracun, serta memberi ruang umbi membesar.

Apakah kentang bisa ditanam di dataran rendah?

Kentang lebih optimal di dataran tinggi di atas 1000 mdpl. Di dataran rendah pertumbuhan umbi kurang maksimal.

Kapan pupuk susulan pertama diberikan pada kentang?

Pupuk susulan pertama diberikan saat tanaman berumur 20 hingga 21 hari setelah tanam bersamaan dengan pembumbunan pertama.

Bagaimana cara tahu kentang siap dipanen?

Tanaman siap dipanen jika 75 persen daun dan batang sudah menguning, mengering, serta kulit umbi tidak mudah terkelupas saat diusap.

Lebih lanjut tentang Kentang

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.