Penyebab paling umum adalah kekurangan air karena musim kemarau. Ciri: daun tua bawah menguning dan mengering, ujung daun seperti terbakar, tanah pecah-pecah. Solusi: beri air secukupnya, idealnya 3-4 hari sekali dengan volume 10-15 liter per meter persegi, tergantung tekstur tanah. Lakukan mulsa jerami untuk mengurangi penguapan. Namun, jangan berlebihan karena genangan juga bisa menyebabkan kuning.
Penyebab kedua adalah serangan layu bakteri. Ciri: daun muda layu mendadak lalu menguning, potong batang keluar lendir putih, biasanya muncul saat tanah lembap setelah hujan atau irigasi berlebih. Solusi: cabut dan bakar tanaman sakit, jangan tanam kentang di lahan yang sama minimal 2 tahun. Sterilkan alat. Untuk lahan kecil, taburkan kapur pertanian (dolomit) 2 ton/ha sebelum tanam untuk menekan bakteri.
Penyebab ketiga adalah kekurangan hara nitrogen. Ciri: daun seluruh tanaman menguning merata, pertumbuhan kerdil, daun bawah lebih dulu kuning. Solusi: beri pupuk urea atau ZA dengan dosis sesuai rekomendasi BPP setempat. Biasanya 200-300 kg urea per hektar, dibagi 2-3 kali aplikasi. Aplikasi saat tanah lembab. Jangan lupa imbangi dengan pupuk KCL untuk kualitas umbi.