Anda bisa menanam kangkung secara langsung dari biji tanpa perlu proses penyemaian yang rumit. Buatlah alur atau tugal dengan kedalaman sekitar 2 cm dan jarak antar baris 15 cm di atas bedengan, lalu masukkan 2 sampai 3 biji kangkung per lubang dan tutup tipis dengan tanah halus. Jika menggunakan sistem hidroponik sederhana atau sistem cabut di bak air, pastikan benih telah direndam air selama 24 jam sebelum disebar di atas media.
Lakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari saat musim kemarau, atau sesuaikan dengan kelembapan media tanam agar benih tidak membusuk akibat genangan air berlebih di musim hujan. Berikan pupuk susulan kaya nitrogen pada hari ketujuh setelah tanam untuk merangsang pertumbuhan daun hijau yang lebat dan batang yang renyah. Jaga kebersihan lahan dengan mencabut gulma secara rutin setiap minggu agar tidak bersaing dalam mendapatkan unsur hara.
Kangkung darat sudah dapat dipanen pada umur 20 hingga 30 hari setelah tanam dengan cara mencabutnya sampai ke akar atau memotong bagian pangkal batangnya sisakan 2 cm agar bisa tumbuh kembali. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat kandungan air dalam jaringan tanaman masih tinggi sehingga kesegarannya terjaga saat sampai di dapur. Lakukan penyiangan dan pemupukan ulang segera setelah pemangkasan jika Anda memilih metode panen potong.