Penanaman biji kangkung dilakukan dengan membuat garitan atau lubang tanam sedalam 1 sampai 2 cm dengan jarak antar garitan 15 sampai 20 cm. Tebarkan biji kangkung secara merata atau masukkan 2 sampai 3 biji per lubang tanam, kemudian tutup tipis dengan tanah halus. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman rutin 2 kali sehari yaitu pada pagi hari sebelum pukul 08.00 dan sore hari setelah pukul 16.00. Pada musim hujan, buat bedengan setinggi 20 sampai 30 cm untuk mencegah genangan air yang memicu pembusukan akar.
Pemupukan susulan diberikan saat tanaman berumur 10 sampai 14 hari setelah tanam menggunakan pupuk organik cair yang dikucurkan seminggu sekali atau pupuk bernitrogen tinggi yang dilarutkan dalam air. Selama masa pertumbuhan, penyiangan gulma wajib dilakukan setiap 5 sampai 7 hari sekali secara manual agar persaingan nutrisi tidak menghambat pembentukan daun kangkung yang lebat dan segar.
Panen kangkung dapat dilakukan pada umur 21 sampai 30 hari setelah tanam ketika tinggi tanaman mencapai 20 sampai 25 cm. Cara memanen dapat dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman bersama akarnya atau memotong pangkal batang tersisa 2 sampai 3 cm di atas permukaan tanah jika ingin memanen kembali pada periode kedua. Satu meter persegi lahan efisien dapat menghasilkan sekitar 1,5 sampai 2 kg kangkung segar dalam sekali siklus tanam.






