Kangkung, Cara Merawat Kangkung Agar Subur, Hijau, dan Panen Cepat
Likeboss lertpongsaporn / Pexels

Cara Merawat Kangkung Agar Subur, Hijau, dan Panen Cepat

Perawatan kangkung yang tepat meliputi penyiraman rutin, pemupukan berkala, dan pengendalian hama agar tanaman tumbuh subur serta siap panen dalam waktu 21 hingga 30 hari.

Jawaban singkat

Kangkung merupakan tanaman sayuran daun yang sangat cocok ditanam di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun, baik di dataran rendah maupun tinggi. Kunci utama dalam merawat kangkung agar subur adalah memastikan tanaman mendapatkan sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari. Saat penanaman awal, jagalah jarak tanam sekitar 10 hingga 15 cm antar barisan agar sirkulasi udara lancar dan setiap rumpun kangkung memperoleh nutrisi yang optimal tanpa saling berebut.

Ringkas: Kangkung

Cahaya
Penuh (minimal 6 jam sehari)
Penyiraman
Tinggi, jaga media tetap lembap setiap hari
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman sayur tercepat panen dan sangat toleran kesalahan pemula.

Penyiraman adalah kunci kesegaran kangkung, terutama kangkung darat yang membutuhkan kelembapan tanah yang konsisten. Di musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali sehari pada pagi hari sebelum pukul 08.00 dan sore hari setelah pukul 16.00 dengan volume sekitar 1 hingga 2 liter per meter persegi lahan. Sedangkan pada musim hujan, penyiraman dapat dikurangi menjadi 1 kali sehari atau disesuaikan dengan kondisi kebasahan tanah untuk mencegah pembusukan akar.

Pemupukan susulan dilakukan secara berkala untuk memacu pertumbuhan daun kangkung yang lebat dan berwarna hijau segar. Berikan pupuk organik terdekomposisi sempurna sebanyak 500 gram per meter persegi pada hari ke-7 setelah tanam, dilanjutkan dengan pemupukan susulan kedua pada hari ke-14. Jika memelihara kangkung hidroponik, jaga kepekatan nutrisi pada kisaran 1000 hingga 1400 ppm agar batang kangkung tumbuh renyah dan tidak kerdil.

Pengendalian gulma dan hama harus dilakukan secara rutin setiap 3 hari sekali dengan cara mencabut rumput liar di sekitar pangkal batang. Kangkung biasanya siap dipanen pada umur 21 hingga 28 hari setelah tanam dengan cara memotong pangkal batang dan menyisakan 2 hingga 3 cm di atas permukaan tanah jika ingin memanennya kembali, atau dicabut langsung sampai ke akarnya.

Langkah-langkah

  1. Penyiraman Teratur: Siram tanaman kangkung secara konsisten 2 kali sehari di musim kemarau dan 1 kali sehari saat musim hujan untuk menjaga kelembapan media tanam.
  2. Penyiangan Gulma: Bersihkan gulma atau rumput liar di sekitar pangkal tanaman kangkung secara manual setiap minggu agar tidak memperebutkan hara tanah.
  3. Pemupukan Susulan: Berikan pupuk organik atau kompos terdekomposisi pada umur 7 hari dan 14 hari setelah tanam untuk mendukung pembentukan daun yang subur.
  4. Pemeriksaan Hama dan Pemanenan: Periksa bagian bawah daun secara berkala dari serangan ulat dan karat putih, lalu panen kangkung pada usia 21-25 hari dengan cara dipotong atau dicabut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali kangkung harus disiram dalam sehari?

Di musim kemarau, kangkung perlu disiram 2 kali sehari (pagi dan sore). Di musim hujan, penyiraman cukup 1 kali sehari atau disesuaikan dengan kondisi tanah.

Bisakah kangkung dipanen berkali-kali?

Bisa. Kangkung darat dapat dipanen dengan cara dipotong menyisakan 2-3 cm pangkal batang. Tanaman akan bertunas kembali dan bisa dipanen 2 hingga 3 kali.

Mengapa daun kangkung saya berlubang-lubang?

Daun berlubang umumnya disebabkan oleh serangan ulat grayak atau belalang. Ambil hama secara manual pada pagi/malam hari atau tingkatkan kebersihan lahan.

Berapa lama masa panen kangkung dari biji?

Kangkung darat umumnya dapat dipanen dalam waktu 21 hingga 30 hari setelah benih ditanam.

Pupuk apa yang paling bagus untuk kangkung agar cepat besar?

Pupuk yang kaya unsur nitrogen, seperti kompos kotoran ayam yang sudah matang sempurna atau pupuk organik cair, sangat baik untuk memacu pertumbuhan daun kangkung.

Lebih lanjut tentang Kangkung

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.