Pemupukan susulan wajib diberikan secara berkala setiap sepuluh hari sekali menggunakan pupuk kaya unsur hara makro nitrogen, seperti kompos matang atau pupuk kandang ayam yang telah difementasi sempurna sebanyak satu genggam per meter persegi. Unsur nitrogen ini sangat krusial untuk merangsang pertumbuhan daun hijau yang lebat dan mempercepat pembentukan tunas baru setelah pemangkasan panen.
Pengendalian gulma harus dilakukan secara manual dengan cara mencabut rumput liar yang tumbuh di sekitar rumpun kangkung setiap minggu untuk menghindari perebutan unsur hara dan air. Pembersihan gulma juga membantu meningkatkan sirkulasi udara di pangkal tanaman sehingga kelembapan tidak berlebihan dan meminimalkan risiko serangan penyakit jamur tanah.
Panen pertama dapat dilakukan saat tanaman berusia 25 hingga 30 hari setelah tanam dengan cara memotong pangkal batang atau mencabutnya sampai akar tergantung pada metode budidaya yang digunakan. Untuk sistem potong, tinggalkan dua ruas batang paling bawah agar tunas baru dapat tumbuh kembali dan siap dipanen dalam waktu sepuluh hari ke depan.