Penyiraman adalah kunci kesegaran kangkung, terutama kangkung darat yang membutuhkan kelembapan tanah yang konsisten. Di musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali sehari pada pagi hari sebelum pukul 08.00 dan sore hari setelah pukul 16.00 dengan volume sekitar 1 hingga 2 liter per meter persegi lahan. Sedangkan pada musim hujan, penyiraman dapat dikurangi menjadi 1 kali sehari atau disesuaikan dengan kondisi kebasahan tanah untuk mencegah pembusukan akar.
Pemupukan susulan dilakukan secara berkala untuk memacu pertumbuhan daun kangkung yang lebat dan berwarna hijau segar. Berikan pupuk organik terdekomposisi sempurna sebanyak 500 gram per meter persegi pada hari ke-7 setelah tanam, dilanjutkan dengan pemupukan susulan kedua pada hari ke-14. Jika memelihara kangkung hidroponik, jaga kepekatan nutrisi pada kisaran 1000 hingga 1400 ppm agar batang kangkung tumbuh renyah dan tidak kerdil.
Pengendalian gulma dan hama harus dilakukan secara rutin setiap 3 hari sekali dengan cara mencabut rumput liar di sekitar pangkal batang. Kangkung biasanya siap dipanen pada umur 21 hingga 28 hari setelah tanam dengan cara memotong pangkal batang dan menyisakan 2 hingga 3 cm di atas permukaan tanah jika ingin memanennya kembali, atau dicabut langsung sampai ke akarnya.






