Pertama, periksa kelembaban tanah. Jika tanah kering dan daun layu lalu kuning, itu tanda kekurangan air. Siram setiap pagi dan sore dengan volume cukup hingga tanah basah sedalam 10-15 cm. Kedua, amati bagian bawah daun untuk mencari kutu daun (Aphis gossypii) atau tungau. Kutu daun berwarna hijau atau hitam, sedangkan tungau sangat kecil dan membuat daun berbintik kuning. Semprot dengan air bertekanan atau gunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun nimba sesuai petunjuk.
Ketiga, periksa akar. Jika akar berwarna coklat kehitaman dan lembek, kemungkinan busuk akar akibat jamur Pythium atau Fusarium, terutama jika drainase buruk. Solusinya perbaiki drainase dengan membuat bedengan lebih tinggi dan kurangi frekuensi penyiraman. Keempat, perhatikan gejala lain seperti daun keriting atau mengering. Jika daun kuning disertai bercak coklat, bisa jadi serangan penyakit bercak daun Cercospora. Semprot dengan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai dosis anjuran.
Pencegahan lebih baik: tanam kangkung di lokasi terkena sinar matahari penuh, gunakan mulsa jerami untuk menjaga kelembaban tanah, dan lakukan rotasi tanaman. Untuk kemarau, siram 2 kali sehari (pagi dan sore) dan beri pupuk kandang atau kompos 2 minggu sekali. Jika masalah berlanjut, segera konsultasi ke penyuluh pertanian setempat.