Penyebab utama daun kangkung kuning adalah defisiensi unsur hara nitrogen (N) yang memicu klorosis pada daun-daun tua di bagian bawah. Kekurangan nitrogen biasanya terjadi ketika pemupukan susulan pada umur 7 dan 14 HST diabaikan atau terlambat diaplikasikan. Pemberian pupuk organik cair sebanyak 200 ml per tanaman atau pemupukan susulan berimbang secara teratur setiap 7 hari sekali sangat penting untuk menjaga pembentukan klorofil tetap optimal.
Faktor kedua adalah serangan hama tungau merah (Tetranychus sp.) dan kutu daun yang sangat aktif berkembang pesat saat kelembapan udara turun di bawah 50 persen selama musim kemarau. Hama ini mengisap cairan sel daun kangkung, meninggalkan bercak kekuningan yang halus yang lama-kelamaan meluas ke seluruh permukaan daun dalam waktu 3 sampai 5 hari. Pengamatan rutin pada permukaan bawah daun setiap 2 hari sekali sangat disarankan untuk mendeteksi keberadaan hama ini secara dini.
Faktor ketiga adalah stres dehidrasi dan kekeringan media tanam akibat penguapan yang tinggi. Ketika tanah mengering hingga tingkat kelembapan di bawah 40 persen, akar kangkung tidak mampu menyerap hara dari dalam tanah meskipun pupuk telah diberikan. Penyiraman terjadwal 2 kali sehari, yaitu pada pukul 07.00 pagi dan 16.00 sore, serta pemberian mulsa jerami setebal 3 sampai 5 cm di permukaan bedengan akan membantu menekan laju penguapan dan mencegah daun menguning secara drastis.






