Pada musim kemarau dengan suhu udara berkisar antara 28 hingga 34 derajat Celsius, populasi hama seperti kutu daun dan ulat grayak cenderung meningkat pesat. Kondisi lingkungan yang kering mendukung percepatan siklus perkembangbiakan hama serangga. Penyiraman yang teratur sebanyak dua kali sehari, pada pagi sebelum jam 8 dan sore setelah jam 4, membantu menjaga kelembapan tanah sekaligus menekan stres pada tanaman.
Sebaliknya, pada musim hujan dengan curah hujan tinggi, ancaman hama seperti bekicot, keong, dan ulat daun menjadi lebih dominan. Genangan air di sekitar bedengan dan drainase yang buruk menciptakan lingkungan lembap yang sangat disukai hama moluska. Pembuatan saluran drainase setinggi 20 hingga 30 sentimeter di antara bedengan sangat efektif untuk mencegah kelembapan berlebih.
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan kebun kangkung Anda. Prioritaskan tindakan mekanis seperti pemungutan hama secara manual dan penggunaan pestisida nabati dari ekstrak daun mimba atau bawang putih setiap 5 hingga 7 hari sekali. Penggunaan bahan kimia sintetis hanya dilakukan sebagai langkah terakhir apabila tingkat kerusakan daun sudah melebihi batas ambang ekonomi.






