Penyakit pada kangkung umumnya menyebar melalui cipratan air hujan dari tanah yang terinfeksi ke bagian daun dan batang tanaman. Kepadatan tanam yang terlalu tinggi melebihi 250 batang per meter persegi juga memperparah kondisi ini karena menghalangi sirkulasi udara di kanopi tanaman. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai diagnosis diferensial sangat diperlukan agar tindakan penanganan yang diberikan tepat sasaran dan efisien.
Langkah awal pencegahan di musim hujan dimulai dari pemilihan benih unggul bersertifikat yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap kelembapan ekstrem. Pengolahan tanah dengan penambahan pupuk kandang matang sebanyak 1 kilogram per meter persegi serta pengaturan jarak tanam minimal 15 kali 15 sentimeter terbukti efektif menekan laju perkembangan penyakit. Sanitasi kebun dengan mencabut gulma dan membersihkan sisa panen sebelumnya juga wajib dilakukan secara rutin setiap minggu.
Jika gejala serangan sudah terlanjur muncul, pemangkasan bagian tanaman yang sakit harus segera dilakukan untuk mencegah penularan ke tanaman sehat di sekitarnya. Penggunaan pestisida nabati berbahan dasar daun mimba atau serai wangi dapat diaplikasikan pada pagi hari dengan frekuensi dua kali seminggu saat serangan masih ringan. Apabila serangan kian parah, konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di BPP setempat untuk mendapatkan rekomendasi bahan pengendali kimia sesuai anjuran pada label kemasan.