Penanaman kacang panjang dilakukan secara langsung menggunakan benih tanpa proses penyemaian terlebih dahulu. Buat lubang tanam setinggi 3 cm dengan jarak tanam 50 x 70 cm pada musim hujan atau 40 x 60 cm pada musim kemarau. Masukkan 2 butir benih per lubang tanam lalu tutup tipis dengan tanah atau kompos halus. Lakukalah penyiraman 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari untuk menjaga kelembaban tanah agar benih berkecambah serentak dalam waktu 3 hingga 5 hari.
Memasuki umur 10 hingga 14 hari setelah tanam, tanaman memerlukan turus atau lanjaran dari bambu setinggi 1,5 hingga 2 meter untuk merambat. Lakukan penyiangan gulma secara berkala setiap 2 minggu sekali agar nutrisi tanah tidak terserap rumput liar. Pemupukan susulan diberikan pada umur 14, 28, dan 42 hari setelah tanam menggunakan pupuk kaya unsur hara makro yang dikocorkan di sekeliling pangkal batang sesuai kondisi pertumbuhan tanaman.
Kacang panjang dapat dipanen pertama kali saat memasuki umur 45 hingga 50 hari setelah tanam. Ciri polong yang siap dipetik adalah warnanya hijau segar, teksturnya lentur, dan biji di dalam polong belum menonjol keluar. Pemetikan dilakukan setiap 2 hingga 3 hari sekali pada pagi hari dengan memutar pangkal tangkai polong secara perlahan. Periode panen aktif ini dapat berlangsung selama 1 hingga 2 bulan dengan total pemetikan mencapai 10 hingga 15 kali.






