Memasuki usia 10 hingga 14 hari setelah tanam, langkah perawatan krusial berikutnya adalah memasang lanjaran atau ajir dari bilah bambu setinggi 2 meter untuk tempat merambat tanaman. Arahkan pertumbuhan batang utama secara manual melilit ke arah kanan mengitari ajir pada pagi hari agar tanaman tidak patah. Berikan pemupukan susulan berupa pupuk nitrogen dan kalium setiap 10 hari sekali mulai tanaman berumur 2 minggu hingga fase pembungaan untuk merangsang pertumbuhan sulur dan pembentukan bunga yang optimal.
Pengairan harus dilakukan secara rutin setiap sore hari pada saat musim kemarau untuk menjaga kelembapan tanah, sementara pada musim hujan pastikan parit pembuangan air berfungsi normal untuk mencegah busuk akar. Lakukan penyiangan gulma secara manual di sekitar pangkal batang setiap dua minggu sekali guna menghindari kompetisi perebutan hara dan menekan populasi hama tersembunyi. Pemangkasan daun tua atau tunas air di bagian bawah juga diperlukan untuk memperlancar sirkulasi udara dan memaksimalkan sinar matahari menyinari seluruh bagian tajuk tanaman.
Masa panen kacang panjang dapat dimulai ketika tanaman berusia 45 hingga 50 hari setelah tanam, tergantung pada varietas yang digunakan. Petik polong yang sudah terisi penuh bijinya namun masih renyah dengan cara memotong tangkai buahnya menggunakan gunting pangkas atau pisau tajam agar tidak merusak cabang produktif di dekatnya. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari setiap dua hari sekali secara konsisten untuk merangsang kemunculan bunga baru dan memperpanjang masa produktivitas tanaman hingga panen ke-15.