Pertama, cek kelembaban tanah. Jika tanah kering hingga kedalaman 5-10 cm, tanaman kekurangan air. Daun akan menguning merata dari bawah ke atas, layu pada siang hari, dan pulih di malam hari. Solusinya: beri air secukupnya setiap 2-3 hari, terutama saat fase berbunga dan polong. Mulsa jerami atau plastik hitam perak bisa mengurangi penguapan hingga 30%.
Kedua, periksa bagian bawah daun. Adanya kutu daun (Aphis craccivora) atau tungau (Tetranychus sp.) menyebabkan daun menguning berbintik-bintik, keriting, dan ada embun madu. Semprot dengan air bertekanan atau gunakan pestisida nabati seperti ekstrak bawang putih (2-3 siung blender + 1 liter air, diamkan semalam, semprot setiap 5-7 hari). Jika parah, konsultasikan dengan penyuluh setempat.
Ketiga, waspadai layu fusarium atau bakteri. Daun menguning mendadak, layu permanen meski tanah basah, dan pangkal batang berlendir (bakteri) atau berwarna coklat kehitaman (fusarium). Tidak ada obat untuk tanaman terserang; segera cabut dan bakar atau kubur dalam. Hindari menanam kacang panjang di lahan yang sama selama 2-3 musim. Rotasi dengan jagung atau padi sawah sangat dianjurkan.