Penyebab utama yang paling sering dijumpai di lahan adalah infeksi virus mozaik kuning yang ditularkan oleh hama kutu daun (Aphis craccivora) serta serangan tungau merah. Perkembangan populasi hama hisap ini meningkat pesat pada suhu udara tinggi di atas 30 derajat Celsius dan kelembapan udara yang rendah.
Selain faktor biologis, kondisi tanah yang kering di musim kemarau menghambat penyerapan hara penting seperti nitrogen dan magnesium. Daun tua akan menguning terlebih dahulu dari bagian bawah jika tanaman kekurangan nitrogen, sedangkan kekurangan magnesium ditandai dengan warna kuning di antara tulang daun.
Pengelolaan yang tepat memerlukan kombinasi pengaturan irigasi sebanyak 1 hingga 2 liter per tanaman setiap pagi, pemberian pupuk organik matang sebanyak 500 gram per lubang tanam, serta sanitasi lahan secara berkala untuk memutus rantai penularan hama vektor.






