Fase vegetatif dimulai saat tanaman berumur 7 hingga 14 hari setelah tanam (HST), di mana fokus utama adalah pembentukan akar, batang, dan daun yang kuat. Berikan pupuk susulan pertama berupa pupuk NPK seimbang dengan dosis 5 gram per tanaman yang dilarutkan dalam 200 mililiter air (metode kocor) atau ditabur melingkar 5 sentimeter dari pangkal batang. Ulangi pemupukan vegetatif ini pada umur 21 HST untuk memastikan lanjuran atau turus terisi oleh perambatan batang yang sehat.
Memasuki fase generatif pada umur 28 hingga 35 HST, tanaman mulai memunculkan bakal bunga sehingga kebutuhan unsur Fosfor dan Kalium meningkat tajam. Kurangi porsi Nitrogen dan tingkatkan Kalium serta Fosfat dengan dosis 10 gram NPK per tanaman setiap 7 hari sekali melalui pengocoran. Pemberian Kalium yang cukup pada fase ini mencegah kerontokan bunga dan memastikan polong kacang tumbuh lurus, renyah, serta berbobot.
Masa panen kacang panjang dimulai pada umur 45 HST dan dapat berlangsung hingga 20 kali pemetikan dengan interval panen setiap 2 sampai 3 hari sekali. Agar tanaman tidak cepat afkir dan terus memproduksi bunga baru, lakukan pemupukan susulan berkala setiap selesai 2 kali pemetikan. Kocor tanaman menggunakan campuran pupuk Kalium dan pembenah tanah organik dosis rendah untuk memperpanjang usia produktif tanaman hingga umur 90 HST.






