Penyebab pertama yang paling sering ditemui adalah cekaman kekeringan ekstrem akibat minimnya pasokan air irigasi selama 3 hingga 5 hari berturut-turut pada fase generatif. Selain itu, patogen tular tanah seperti cendawan Fusarium oxysporum kerap menyerang sistem pembuluh vaskular tanaman saat suhu tanah meningkat di siang hari. Hama lalat bibit atau ulat penggerek batang juga sering memperparah kondisi fisik tanaman dengan merusak jaringan bagian bawah.
Langkah pemulihan harus segera dilakukan berdasarkan diagnosis diferensial yang akurat di lapangan untuk menyelamatkan sisa populasi tanaman yang belum terserang parah. Lakukan penyiraman secara teratur sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari jika penyebabnya adalah dehidrasi murni. Untuk kasus serangan patogen jamur, tindakan sanitasi dengan mencabut dan membakar tanaman yang sakit wajib segera diaplikasikan agar tidak menular ke rumpun sebelahnya.
Pencegahan jangka panjang untuk musim kemarau berikutnya meliputi pergiliran tanaman dengan jenis non-legum serta penggunaan mulsa jerami untuk menjaga kelembapan mikro di sekitar zona perakaran. Pastikan juga pengolahan tanah awal mencakup penambahan pupuk kandang matang sebanyak satu kilogram per meter persegi guna memperbaiki struktur dan dayaikat air tanah. Konsultasi rutin dengan petugas Balai Penyuluhan Pertanian setempat sangat dianjurkan untuk rekomendasi agens hayati yang aman.






