Kekurangan unsur hara makro seperti nitrogen ditandai dengan daun tua bagian bawah yang menguning merata secara bertahap setiap 5 sampai 7 hari sekali, sedangkan urat daun tetap hijau menandakan defisiensi magnesium. Penyiraman yang terlalu sering hingga tanah tergenang 2 kali sehari dapat merusak akar dan memicu gejala serupa akibat kebusukan perakaran.
Serangan virus gemini yang ditularkan oleh kutu kebul (Bemisia tabaci) memicu gejala kekuningan cerah seperti mosaik pada daun muda, yang dapat menyebar hingga 80 persen populasi lahan dalam waktu 2 minggu jika penularannya tidak dikendalikan. Musim kemarau yang kering menjadi periode krusial berkembangnya vektor hama penyebar warna kuning ini.
Untuk mengatasi masalah ini, penyesuaian jadwal penyiraman menjadi 1 kali sehari pada pagi hari sebanyak 500 ml hingga 1 liter per lubang tanam sangat disarankan. Pemberian pupuk organik cair atau kompos matang sebanyak 200 gram per tanaman setiap 14 hari membantu mengembalikan kesuburan tanah tanpa memicu kerusakan akar.






