Memasuki fase vegetatif lanjut atau pembentukan tajuk pada usia 31 hingga 50 hari setelah tanam, kebutuhan hara fosfor dan kalium mulai meningkat untuk memperkuat batang serta mempersiapkan pembentukan calon bunga. Frekuensi pemupukan kocor dapat dilakukan setiap 7 hingga 10 hari sekali dengan dosis yang disesuaikan pada petunjuk kemasan pupuk, ditambah pengaplikasian unsur hara mikro kalsium secara semprot daun untuk mencegah terjadinya busuk ujung buah kelak di musim hujan yang lembap.
Transisi krusial terjadi pada fase generatif saat tanaman cabai memasuki usia 51 hingga 90 hari setelah tanam, di mana fokus hara beralih drastis ke unsur fosfor dan kalium tinggi guna mencegah kerontokan bunga dan memaksimalkan pengisian buah. Berikan pupuk tambahan sumber kalium setiap minggu melalui sistem kocor di sekitar perakaran, serta imbangi dengan penyemprotan boron pada fase pembungaan penuh untuk memastikan penyerbukan berjalan sempurna dan buah cabai tumbuh lurus serta bernas.
Memasuki masa panen raya yang biasanya dimulai sejak usia 90 hari setelah tanam dan berlangsung hingga berbulan-bulan, pemupukan susulan wajib diberikan secara rutin setiap kali selesai pemetikan buah. Berikan pupuk kocor dengan porsi kalium tinggi untuk memulihkan tenaga tanaman cabai setelah berbuah lebat, menjaga produksi tetap stabil, dan mencegah gejala defisiensi hara yang sering memicu penurunan mutu cabai di lahan pertanian Anda.