Pada fase vegetatif (umur 1 hingga 4 minggu setelah tanam), fokus pemupukan bertujuan merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun. Berikan larutan NPK seimbang (rasio 15-15-15) dengan cara dikocor sebanyak 200 ml per tanaman setiap 7 hari sekali. Dosis yang digunakan adalah 2 hingga 3 gram pupuk per liter air. Pengocoran di pagi hari memastikan tanaman mendapatkan suplai Nitrogen dan Fosfor secara optimal untuk membentuk percabangan yang kuat.
Memasuki fase generatif atau pembungaan (umur 5 hingga 8 minggu setelah tanam), kebutuhan nutrisi bergeser ke unsur Kalium, Kalsium, dan Boron. Kurangi porsi Nitrogen agar tanaman tidak terlalu subur daun saja. Semprotkan pupuk hara mikro Kalsium dan Boron ke daun seminggu sekali, serta kocor pupuk tinggi Kalium setiap 7 hingga 10 hari sekali. Komposisi ini memperkuat tangkai bunga, merangsang pembentukan calon buah, dan mencegah gugur bunga.
Fase pembuahan dan pemetikan panen (umur 9 minggu ke atas) membutuhkan pemeliharaan nutrisi yang konsisten agar masa panen berlangsung lama hingga 6 sampai 8 bulan. Lakukan pemupukan susulan setiap selesai pemetikan (setiap 5 sampai 7 hari sekali) menggunakan kocor Kalium tinggi berselang-seling dengan pupuk hayati atau pupuk organik cair. Pemupukan rutin pasca-petik ini menjaga ukuran buah cabai tetap seragam dan bobotnya tetap optimal hingga akhir masa produksi.






