Panduan Lengkap Pemupukan Cabai dari Fase Vegetatif hingga Generatif

Pemupukan cabai yang tepat takaran, waktu, dan jenis haranya di Indonesia akan melipatgandakan hasil panen buah cabai merah atau rawit Anda sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Pemupukan cabai merupakan kunci keberhasilan budidaya hortikultura di Indonesia, baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Pada fase vegetatif awal, yaitu 1 hingga 30 hari setelah tanam, tanaman cabai membutuhkan asupan nitrogen tinggi untuk merangsang pertumbuhan tunas dan perakaran yang kokoh. Berikan pupuk dasar organik seperti pupuk kandang matang sebanyak 1 kilogram per lubang tanam sebelum penanaman, lalu lanjutkan dengan kocor pupuk makro NPK seimbang setiap 7 hari sekali dengan konsentrasi rendah agar tidak membakar akar muda.

Ringkas: Cabai

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6-8 jam sehari
Penyiraman
Penyiraman rutin 1 kali sehari, tingkatkan saat kemarau
Musim
Sepanjang tahun (terbaik awal musim kemarau)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan media dengan drainase baik dan tiang penyangga saat berbuah.

Memasuki fase vegetatif lanjut atau pembentukan tajuk pada usia 31 hingga 50 hari setelah tanam, kebutuhan hara fosfor dan kalium mulai meningkat untuk memperkuat batang serta mempersiapkan pembentukan calon bunga. Frekuensi pemupukan kocor dapat dilakukan setiap 7 hingga 10 hari sekali dengan dosis yang disesuaikan pada petunjuk kemasan pupuk, ditambah pengaplikasian unsur hara mikro kalsium secara semprot daun untuk mencegah terjadinya busuk ujung buah kelak di musim hujan yang lembap.

Transisi krusial terjadi pada fase generatif saat tanaman cabai memasuki usia 51 hingga 90 hari setelah tanam, di mana fokus hara beralih drastis ke unsur fosfor dan kalium tinggi guna mencegah kerontokan bunga dan memaksimalkan pengisian buah. Berikan pupuk tambahan sumber kalium setiap minggu melalui sistem kocor di sekitar perakaran, serta imbangi dengan penyemprotan boron pada fase pembungaan penuh untuk memastikan penyerbukan berjalan sempurna dan buah cabai tumbuh lurus serta bernas.

Memasuki masa panen raya yang biasanya dimulai sejak usia 90 hari setelah tanam dan berlangsung hingga berbulan-bulan, pemupukan susulan wajib diberikan secara rutin setiap kali selesai pemetikan buah. Berikan pupuk kocor dengan porsi kalium tinggi untuk memulihkan tenaga tanaman cabai setelah berbuah lebat, menjaga produksi tetap stabil, dan mencegah gejala defisiensi hara yang sering memicu penurunan mutu cabai di lahan pertanian Anda.

Langkah-langkah

  1. Aplikasikan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 1 kg per lubang tanam sebagai pupuk dasar minimal 7 hari sebelum bibit cabai dipindahkan.
  2. Lakukan pemupukan kocor pertama menggunakan NPK seimbang saat tanaman cabai berumur 10 hingga 14 hari setelah tanam dengan interval 7 hari.
  3. Tingkatkan porsi unsur fosfor dan kalium pada pupuk kocor saat tanaman cabai memasuki usia 45 hari untuk merangsang kemunculan bunga pertama.
  4. Lanjutkan pemupukan susulan setiap 7 hari sekali selama masa panen cabai berlangsung untuk menjaga kesuburan tanah dan produktivitas buah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memberikan pupuk dasar pada cabai?

Pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos matang diberikan minimal 7 hingga 14 hari sebelum bibit cabai ditanam di lahan agar tercampur merata dan terfermentasi sempurna.

Apakah pupuk organik saja sudah cukup untuk cabai?

Pupuk organik sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah, namun untuk produksi cabai yang maksimal di Indonesia tetap memerlukan tambahan unsur hara makro dari pupuk anorganik.

Bagaimana cara mengatasi pupuk cabai yang tercuci air hujan?

Jika terjadi hujan lebat sesaat setelah pemupukan, berikan tambahan pupuk susulan dengan dosis lebih ringan setelah kondisi tanah agak reda atau gunakan sistem kocor tepat di zona perakaran.

Berapa takaran pupuk kocor untuk satu tanaman cabai dewasa?

Umumnya gunakan sekitar 200 hingga 250 mililiter larutan pupuk kocor per tanaman cabai yang diberikan setiap 7 hari sekali secara konsisten.

Mengapa daun cabai rimbun tetapi tidak mau berbuah?

Hal tersebut biasanya disebabkan oleh kelebihan unsur nitrogen dan kekurangan unsur fosfor serta kalium, sehingga pemupukan harus segera dialihkan ke jenis yang memicu fase generatif.

Lebih lanjut tentang Cabai

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.