Cabai, Panduan Lanjutan Pemupukan Cabai yang Tepat per Fase Tumbuh
Nguyen Huy / Pexels

Panduan Lanjutan Pemupukan Cabai yang Tepat per Fase Tumbuh

Pemupukan cabai yang tepat sasaran dan sesuai fase pertumbuhan adalah kunci utama menghasilkan tanaman kokoh serta panen cabai yang lebat dan berbobot.

Jawaban singkat

Aplikasi pupuk dasar menjadi fondasi awal sebelum bibit cabai ditanam di lahan. Pemberian pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar disebar merata bersama pupuk fosfat saat pengolahan tanah, sekitar 14 hari sebelum tanam. Jika pH tanah di bawah 6,0, tambahkan kapur pertanian sebanyak 1 hingga 2 ton per hektar agar nutrisi terikat dengan baik di dalam tanah tropis Indonesia, terutama saat masa transisi musim.

Ringkas: Cabai

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6-8 jam sehari
Penyiraman
Penyiraman rutin 1 kali sehari, tingkatkan saat kemarau
Musim
Sepanjang tahun (terbaik awal musim kemarau)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan media dengan drainase baik dan tiang penyangga saat berbuah.

Pada fase vegetatif (umur 1 hingga 4 minggu setelah tanam), fokus pemupukan bertujuan merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun. Berikan larutan NPK seimbang (rasio 15-15-15) dengan cara dikocor sebanyak 200 ml per tanaman setiap 7 hari sekali. Dosis yang digunakan adalah 2 hingga 3 gram pupuk per liter air. Pengocoran di pagi hari memastikan tanaman mendapatkan suplai Nitrogen dan Fosfor secara optimal untuk membentuk percabangan yang kuat.

Memasuki fase generatif atau pembungaan (umur 5 hingga 8 minggu setelah tanam), kebutuhan nutrisi bergeser ke unsur Kalium, Kalsium, dan Boron. Kurangi porsi Nitrogen agar tanaman tidak terlalu subur daun saja. Semprotkan pupuk hara mikro Kalsium dan Boron ke daun seminggu sekali, serta kocor pupuk tinggi Kalium setiap 7 hingga 10 hari sekali. Komposisi ini memperkuat tangkai bunga, merangsang pembentukan calon buah, dan mencegah gugur bunga.

Fase pembuahan dan pemetikan panen (umur 9 minggu ke atas) membutuhkan pemeliharaan nutrisi yang konsisten agar masa panen berlangsung lama hingga 6 sampai 8 bulan. Lakukan pemupukan susulan setiap selesai pemetikan (setiap 5 sampai 7 hari sekali) menggunakan kocor Kalium tinggi berselang-seling dengan pupuk hayati atau pupuk organik cair. Pemupukan rutin pasca-petik ini menjaga ukuran buah cabai tetap seragam dan bobotnya tetap optimal hingga akhir masa produksi.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengolahan tanah dengan mencampur kompos matang 1 hingga 2 kg per lubang tanam dan pupuk dasar fosfat dua minggu sebelum bibit ditanam.
  2. Kocor tanaman pada fase vegetatif (minggu ke-1 sampai 4) menggunakan larutan NPK seimbang dosis 2 hingga 3 gram per liter air sebanyak 200 ml per lubang tanam tiap seminggu sekali.
  3. Masuki fase generatif (minggu ke-5 sampai 8), ganti formula kocor dengan pupuk tinggi Kalium dan semprotkan kalsium-boron pada daun secara berkala di pagi hari.
  4. Lakukan pemupukan pemeliharaan berkelanjutan setiap kali selesai panen/petik buah untuk menjaga produktivitas tanaman hingga akhir musim tanam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bisakah pupuk kandang langsung digunakan tanpa proses fermentasi?

Tidak dianjurkan. Pupuk kandang segar masih mengalami proses pembusukan panas yang bisa membakar akar cabai dan membawa spora jamur patogen.

Apa perbedaan pemupukan cabai dengan cara kocor dan tabur?

Pupuk kocor cepat larut dan langsung terserap oleh akar, sangat efektif untuk tanaman cabai. Pupuk tabur dilepas lebih lambat dan berisiko menguap atau hanyut jika terkena hujan deras.

Kapan waktu terbaik menyemprotkan pupuk daun pada tanaman cabai?

Waktu terbaik adalah pagi hari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB saat stomata daun terbuka sempurna untuk menyerap nutrisi.

Bagaimana strategi pemupukan cabai saat memasuki musim hujan lebat?

Kurangi porsi Nitrogen, tingkatkan Kalium dan Kalsium untuk memperkuat dinding sel tanaman, serta utamakan aplikasi kocor agar pupuk tidak langsung terbilas hujan.

Apakah Pupuk Organik Cair (POC) cukup untuk memupuk cabai tanpa pupuk anorganik?

Untuk skala rumahan POC sudah cukup bagus. Namun untuk budi daya intensif, kombinasi POC dan pupuk makro terukur diperlukan untuk mencapai hasil panen yang maksimal.

Lebih lanjut tentang Cabai

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.