Penyebab utama kerontokan ini adalah pencucian unsur hara makro dan mikro di dalam tanah akibat aliran air hujan yang deras. Unsur hara penting seperti kalsium dan boron yang berfungsi memperkuat dinding sel tangkai bunga sering kali terkikis habis dari media tanam, membuat struktur bunga sangat rapuh dan mudah patah saat terkena hembusan angin atau butiran air hujan yang berat.
Selain faktor nutrisi, kelembapan udara yang terlalu tinggi di musim hujan memicu pertumbuhan jamur serta menghambat pergerakan angin dan serangga penyerbuk. Akibatnya, serbuk sari menjadi basah dan lengket, gagal menempel pada kepala putik, sehingga proses penyerbukan alami di lahan gagal total dan bunga rontok secara massal tanpa menghasilkan bakal buah cabai.
Untuk mengatasi masalah ini secara tuntas, kita perlu melakukan pembenahan drainase lahan agar air tidak menggenang, memberikan tambahan nutrisi kalsium secara rutin setiap minggu melalui penyemprotan daun, serta memasang naungan plastik transparan jika menanam dalam skala pekarangan. Langkah preventif ini akan menyelamatkan potensi panen cabai Anda meskipun cuaca sedang tidak bersahabat.