Pada musim kemarau, hama pengisap seperti thrips, kutu daun, dan tungau berkembang pesat karena suhu udara yang tinggi di atas 30 derajat Celsius. Sebaliknya, pada puncak musim hujan, kelembapan relatif yang mencapai lebih dari 85 persen memicu aktivitas lalat buah dan ulat grayak yang merusak daun serta buah secara masif.
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) harus diterapkan secara konsisten dengan mengkombinasikan teknik budidaya, fisik, mekanis, dan hayati. Penggunaan mulsa plastik hitam perak pada lahan seluas 1.000 meter persegi mampu menekan populasi thrips hingga 50 persen dibandingkan penggunaan mulsa biasa atau tanpa mulsa.
Penggunaan pestisida kimia hendaknya dijadikan pilihan terakhir ketika populasi hama telah melewati ambang batas ekonomi. Lakukan penyemprotan secara bijak pada sore hari sekitar pukul 15.30 hingga 17.30 agar tidak membunuh serangga penyerbuk dan musuh alami di pertanaman cabai Anda.






