Cabai, Daun Cabai Keriting: Penyebab & Solusi Diagnosis Diferensial
Nguyen Huy / Pexels

Daun Cabai Keriting: Penyebab & Solusi Diagnosis Diferensial

Masalah daun cabai keriting pada musim kemarau disebabkan oleh serangan hama pengisap cairan atau infeksi virus yang dapat dibedakan dari arah gulungan daunnya.

Jawaban singkat

Gejala daun cabai keriting merupakan masalah utama petani pada musim kemarau ketika suhu udara melonjak di atas 32 derajat Celsius dan kelembapan menurun drastis. Kondisi iklim kering ini mempercepat siklus hidup hama pengisap cairan seperti thrips, tungau, dan kutu daun hingga tiga kali lebih cepat dibandingkan musim hujan. Tanaman yang terpapar stres air pada musim kemarau juga memiliki daya tahan jaringan yang lebih lemah, sehingga serangga vektor mudah merusak sel pembuluh daun.

Ringkas: Cabai

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6-8 jam sehari
Penyiraman
Penyiraman rutin 1 kali sehari, tingkatkan saat kemarau
Musim
Sepanjang tahun (terbaik awal musim kemarau)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan media dengan drainase baik dan tiang penyangga saat berbuah.

Untuk menentukan langkah pengendalian yang tepat, pekebun harus melakukan diagnosis diferensial berdasarkan arah gulungan daun. Jika daun menggulung ke atas dengan tepi melengkung kaku dan ada bekas goresan keperakan di bawah daun, penyebab utamanya adalah thrips. Sebaliknya, jika daun menggulung ke bawah menyerupai sendok terbalik dengan tekstur tebal dan kaku, serangan disebabkan oleh tungau. Sementara itu, daun menguning mengkerut berserta warna mosaik menandakan infeksi virus gemini yang ditularkan oleh kutu kebul.

Pengendalian terpadu harus dimulai dengan pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 40 hingga 50 lembar per hektar atau 2 lembar untuk kebun rumahan skala kecil. Sanitasi gulma di sekitar tanaman cabai dengan radius minimal 3 meter wajib dilakukan karena gulma menjadi sarang tersembunyi bagi hama vektor. Penyemprotan minyak nabati atau ekstrak tanaman pemikat dapat dilakukan secara berkala setiap 3 hingga 5 hari sekali pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB.

Manajemen penyiraman di musim kemarau sangat menentukan pemulihan vegetatif cabai. Lakukan penyiraman rutin 2 kali sehari pada pukul 06.00 dan 16.00 WIB untuk menjaga kelembapan tanah di angka 60 sampai 70 persen. Penggunaan mulsa plastik perak-hitam sangat dianjurkan karena pantulan sinar matahari dari permukaan perak efektif menakutkan thrips dan kutu daun yang terbang di bawah kanopi tanaman.

Penyebab & Cara Mengatasi

Thrips (Thrips parvispinus)

Ciri: Daun menggulung kaku ke arah atas, permukaan bawah daun berwarna keperakan atau kecokelatan, serta pertumbuhan pucuk terhambat.

Solusi: Pasang mulsa perak, gunakan perangkap kuning berperekat, dan semprotkan larutan sabun kalium atau ekstrak tembakau ke permukaan bawah daun.

Tungau/Mites (Polyphagotarsonemus latus)

Ciri: Daun menggulung ke arah bawah menyerupai sendok terbalik, daun terasa tebal, kaku, dan berwarna cokelat tembaga di bagian bawah.

Solusi: Pangkas daun yang terinfeksi parah, aplikasikan ekstrak belerang nabati atau minyak mimba secara merata di bawah permukaan daun.

Kutu Daun (Aphis gossypii)

Ciri: Daun keriting tidak beraturan, mengkerut, keriput, terdapat embun jelaga hitam, dan dikerumuni semut hitam/merah.

Solusi: Semprot aliran air deras untuk menjatuhkan koloni kutu, kendalikan populasi semut, dan semprotkan emulsi minyak nabati.

Virus Gemini (Kuning/Bule)

Ciri: Tulang daun memutih, diikuti daun muda menguning cerah, mengkerut kecil, dan tanaman menjadi kerdil.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman yang terinfeksi berat, kendalikan vektor kutu kebul sejak fase persemaian dengan penutupan jaring serangga.

Langkah-langkah

  1. Amati bentuk gulungan daun cabai pada pagi hari untuk menentukan apakah daun menggulung ke atas, ke bawah, atau berubah kuning.
  2. Pasang perangkap kuning berperekat di sekitar tanaman dengan ketinggian sejajar pucuk cabai untuk memantau populasi serangga vektor.
  3. Bersihkan seluruh gulma dan sisa tanaman tua di sekitar area tanam yang berpotensi menjadi inang sekunder hama.
  4. Lakukan penyemprotan bahan hayati atau minyak nabati dengan mengarahkan stik semprot dari bawah ke atas agar mengenai lipatan daun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun cabai yang sudah terlanjur keriting bisa kembali mulus?

Daun tua yang sudah terlanjur mengkerut dan kaku tidak dapat kembali mulus, namun pucuk dan daun baru akan tumbuh normal jika hama pengisap berhasil dikendalikan.

Mengapa daun cabai keriting lebih sering menyerang saat musim kemarau?

Suhu udara yang tinggi dan kelembapan rendah mempercepat siklus perkembangbiakan hama vektor seperti thrips dan tungau, sekaligus membuat tanaman mudah stres air.

Apakah virus gemini penyebab daun kuning keriting bisa disembuhkan?

Virus tidak dapat disembuhkan dengan semprotan kimia. Fokus utama adalah membasmi kutu kebul sebagai pembawa virus dan mencabut tanaman yang terinfeksi parah.

Apa bedanya keriting daun akibat hama dengan kekurangan unsur hara?

Keriting akibat hama selalu disertai bekas goresan, embun jelaga, atau bercak fisik hama pada bagian bawah daun, sedangkan kekurangan hara seperti kalsium menyerang pucuk merata tanpa bekas fisik serangga.

Mengapa semprotan pestisida sering gagal mengatasi tungau penyebab daun keriting ke bawah?

Tungau berukuran mikroskopis dan bersembunyi rapat di permukaan bawah daun, sehingga penyemprotan dari atas kanopi tidak akan mengenai sasaran.

Lebih lanjut tentang Cabai

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.