Untuk menentukan langkah pengendalian yang tepat, pekebun harus melakukan diagnosis diferensial berdasarkan arah gulungan daun. Jika daun menggulung ke atas dengan tepi melengkung kaku dan ada bekas goresan keperakan di bawah daun, penyebab utamanya adalah thrips. Sebaliknya, jika daun menggulung ke bawah menyerupai sendok terbalik dengan tekstur tebal dan kaku, serangan disebabkan oleh tungau. Sementara itu, daun menguning mengkerut berserta warna mosaik menandakan infeksi virus gemini yang ditularkan oleh kutu kebul.
Pengendalian terpadu harus dimulai dengan pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 40 hingga 50 lembar per hektar atau 2 lembar untuk kebun rumahan skala kecil. Sanitasi gulma di sekitar tanaman cabai dengan radius minimal 3 meter wajib dilakukan karena gulma menjadi sarang tersembunyi bagi hama vektor. Penyemprotan minyak nabati atau ekstrak tanaman pemikat dapat dilakukan secara berkala setiap 3 hingga 5 hari sekali pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB.
Manajemen penyiraman di musim kemarau sangat menentukan pemulihan vegetatif cabai. Lakukan penyiraman rutin 2 kali sehari pada pukul 06.00 dan 16.00 WIB untuk menjaga kelembapan tanah di angka 60 sampai 70 persen. Penggunaan mulsa plastik perak-hitam sangat dianjurkan karena pantulan sinar matahari dari permukaan perak efektif menakutkan thrips dan kutu daun yang terbang di bawah kanopi tanaman.






